Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, Rabu (28/01/2026) pada pukul 12:06 WIB kembali mengalami penurunan tajam pada poin -659.01 atau sebesar -7.34% hingga ke level 8.321,22.
Meski traffic ditandai dengan zona merah, aktivitas pembelian saham (trading) bagi pelaku (trader) yang ingin bertransaksi tetap dapat dijalankan dengan sebagaimana mestinya, sekalipun menggunakan metode scalping atau jangka pendek.
Justru, metode ini jadi salah satu pilihan bagi pemberlakuan transaksi di tengah kondisi tersebut, karena ketika pasar menurun, tingginya volatilitas justru dapat dijadikan sebagai peluang profit asalkan dilakukan dengan cara disiplin dan penuh strategi tepat.
Salah satu strategi yang bisa digunakan oleh trader adalah memperhatikan buying average saham, yaitu cara pembelian saham yang sama selama beberapa kali pada harga yang berbeda, lalu menghitung rata-rata pembeliannya (average price).
Strategi ini digunakan dengan tujuan sebagai berikut;
- Menurunkan harga rata-rata saat harga saham turun
- Mengelola risiko saat pembelian saham
- Mengoptimalkan posisi saat yakin dengan prospek sahamnya
Sementara itu, berikut kami berikan 5 saham listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang cocok untuk scalping!
BBCA — PT Bank Central Asia Tbk
Likuiditas yang sangat tinggi mmebuat saham ini mudah mudah masuk atau keluar posisi tanpa slippage besar, cocok untuk strategi scalping yang mengandalkan volume dan pergerakan cepat.
Selain itu, BBCA sering menjadi top mover di banyak sesi karena pergerakan harga cepat dan volumenya yang besar.
Pergerakannya yang sensitif terhadap sentimen pasar membuat range intraday sering lebar, memudahkan scalper mengambil keuntungan kecil berulang kali.
ANTM — PT Aneka Tambang Tbk
Sektor komoditas nikel dan emas perusahaan ini membuat harga saham ANTM sering fluktuatif seiring sentimen pasar global, sehingga range intraday bisa tinggi.
Reaksi cepat terhadap sentimen komoditas dan net buy asing atau arus modal masuk yang fluktuatif bisa memicu pergerakan harga signifikan dalam satu hari, mendukung strategi scalping.
NCKL — PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk
Saham ini seringkali memiliki pergerakan yang volatile di kondisi pasar yang tak menentu akibat perubahan sentimen proyek atau kontrak baru. Volatilitas yang lebih tinggi relatif dibanding saham kecil membuatnya menarik untuk scalper yang melihat momentum jangka pendek.
PTRO — PT Petrosea Tbk
Saham ini termasuk volatil dengan beta tinggi dan range intraday besar, serta telah dicatatkan pergerakan harga dalam satu rentang harian yang luas.
Kenaikan tajam dalam harga historisnya juga menunjukkan adanya momentum yang bisa dimanfaatkan untuk scalping ketika ada sentimen kuat (naik/ turun).
BMRI — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Saham ini termasuk big cap bank dengan likuiditas yang tinggi. Sehingga memudahkan untuk entry atau exit cepat tanpa dampak slippage besar.
Respons harga terhadap berita makro atau sentimen pasar sering terasa cepat pada saham perbankan, membuka peluang profit intraday dalam mekanisme scalping. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






