Pati, Mitrapost.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati menyebut kondisi air banjir di wilayahnya kembali meninggi. Tercatat, masih ada 50 desa di 7 kecamatan yang masih tergenang banjir.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya menyebut, puluhan desa yang masih tergenang itu berada di Kecamatan Pati ada sebanyak 7 desa terdampak, Juwana 9 desa, Kayen 5 desa, Jakenan 8 desa, Sukolilo 3 desa dan Gabus 13 desa.
Martinus menjelaskan, kembali meningginya air itu kemungkinan dikarenakan wilayah pegunungan Muria Timur dan Kendeng terjadi hujan yang cukup deras. Sehingga mengakibatkan kondisi muka air Silugonggo menjadi meningkat.
“Informasi karena semalam turun hujan yang tidak deras di Pati, barangkali deras di Muria Timur dan di Kendeng maka tinggi muka air Sungai Silugonggo atau Juwana terdampak naik lagi,” kata Martinus.
Sejumlah wilayah yang sebelumnya mengalami penurunan air banjir seperti Desa Mintobasuki, Kecamatan Gabus pun kini airnya kembali naik.
“Sehingga beberapa desa yang kemarin sempat surut seperti di Mintobasuki kemudian di Ngastorejo di Karangrowo dan wilayah Jakenan dan Juwana sendiri mulai dari Bumirejo, kemudian Jepuro, Kedungpancing sampai dengan Tluwah itu akhirnya info naik lagi sampai setinggi satu lutut tadi malam,” jelasnya.
Martinus mengatakan, genangan banjir ini tak hanya merendam pemukiman warga, namun sawah dan tambak juga ikut terdampak. Tercatat, sekitar 3.650 rumah dengan total 4.606 KK dan 12.581 jiwa terdampak banjir.
Dari jumlah itu, sebanyak 447 KK atau 1.096 jiwa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Adapun pengungsi tersebar di tempat umum dan ada juga yang memilih ke rumah saudara.
“Genangan itu tidak hanya di wilayah pemukiman, tetapi genangan yang masih ada di areal sawah maupun di areal tambak,” pungkasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com






