Mitrapost.com – Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Wamenkes RI), Dante Saksono Habuwono mengungkapkan kondisi terkait dengan faktor pasien domestik yang masih banyak memilik untuk berobat ke luar negeri.
Menurut Dante, sejumlah rumah sakit di Tanah Air dinilai masih buruk terkait dengan pelayanan atau hospitality.
“Sebenarnya kualitas dokter di Indonesia tidak kalah. Tapi yang kalah adalah hospitality-nya. Keramah-tamahannya dalam melayani,” jelas Dante, dikutip dari Detik, Kamis (29/01/2026).
Oleh sebab itu, Dante menjelaskan bahwa seluruh pihak rumah sakit yang ada di Tanah Air haruslah tidak melakukan pembeda-bedaan terhadap adanya klasifikasi kelas pasien, serta tetap memberikan kualitas pelayanan yang sama rata.
“Jangan membedakan kelasnya kelas 1, kelas 2, atau kelas 3,” tegasnya.
Karena karena buruknya hospitality di setiap rumah sakit Tanah Air, Pemerintah Indonesia tercatat kehilangan ratusan devisa negara.
“Rp160 triliun itu devisa negara mengalir ke Penang, Singapura, Thailand, dan Korea,” ucapnya.
Sejalan dengan yang diungkapkan oleh Wamenkes, Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta (DKI Jakarta), Pramono Anung juga menyetujui banyaknya kekurangan terkait dengan pelayanan yang ada di sektor rumah sakit, khususnya pada fasilitas kesehatan milik pemerintah.
“Terutama mohon maaf, rumah sakit yang dimiliki pemerintah. Karena DKI Jakarta punya 31 rumah sakit daerah, punya 44 puskesmas (pusat kesehatan masyarakat), punya 292 puskesmas pembantu,” ucap Pramono.
“Saya sampaikan ke Kepala Dinas, yang harus diubah, yang paling utama seperti yang dikatakan Prof Dante tadi, dalam semua tingkatan termasuk BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) maupun non-BPJS, hospitality,” pungkasnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






