Pati, Mitrapost.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati mencatat sebanyak 432 kartu keluarga (KK) dengan rincian 1.060 jiwa masih mengungsi di tempat umum dan saudara yang tidak terdampak banjir.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya mengatakan, meskipun masih ada yang mengungsi, kondisi banjir di wilayahnya telah mengalami penurunan air. Tercatat, masih ada tujuh kecamatan dengan total 45 desa.
Diketahui, kecamatan yang masih terendam banjir saat ini berada di antaranya yakni Pati empat desa, Juwana delapan desa, Kayen lima desa, Jakenan tujuh desa, Sukolilo tiga desa, Dukuhseti lima desa dan Gabus 13 desa.
Menurut dia, potensi kenaikan air banjir masih ada jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Pegunungan Muria dan Kendeng.
“Pasti masih ada, selama satu tinggi muka air silugonggo itu belum turun kemudian masih ada potensi hujan baik Sub hujan yang ada di Muria dan Kendeng itu potensi muka air naik,” kata Martinus.
Pihaknya saat ini meminta kepada warga di wilayahnya untuk tetap waspada. Pasalnya, lanjut dia, puncak musim hujan diperkirakan hingga bulan Februari.
“Kalau bicara cuaca kondisi normal sampai Februari kita masih dalam masa puncak musim penghujan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ditanya mengenai upaya pompanisasi untuk mempercepat penurunan air, pihaknya mengaku saat ini pompanisasi di sekitar aliran Sungai Juwana atau Silugonggo belum dapat dilakukan. Lantaran, air di sungai Juwana saat ini masih tinggi.
“Pompanisasi itu mungkin dilakukan manakala air sungai Juwana itu sudah turun, kalau air sungai Juwana masih tinggi, di pompanisasi dibuangnya kemana,” pungkasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com






