5 Saham dengan Potensi Pergerakan Harga Signifikan Senin, 2 Februari 2026

Mitrapost.comIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mencapai level tertinggi 9.134,7 pada Selasa (20/1) sebelum akhirnya mengalami penurunan tajam.

Meski begitu, baru-baru ini IHSG masih menunjukkan pergerakan volatil, merespon sentimen eksternal dan domestik.

Kekhawatiran Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mempertimbangkan downgrade Indonesia ke pasar frontier karena isu transparency/free float menyebabkan aksi jual besar-besaran pada saham-saham domestik.

Kemudian mundurnya Kepala BEI dan regulator OJK di tengah krisis juga menambah sentimen negatif. Pemerintah bergerak cepat menjanjikan reformasi dan peningkatan free float untuk memperbaiki tata kelola bursa.

Dengan kondisi tersebut, lima saham ini berpotensi mengalami pergerakan harga signifikan pada 2 Februari 2026.

BBCA – Bank Central Asia Tbk

Saham BBCA ditutup di angka Rp7.400 pada perdagangan Jumat (30/1/2026). Saham ini berpotensi naik di level Rp7.900 — Rp8.300 atau 7–12%.

Return on Equity (ROE) perusahaan yang tinggi, Net Interest Margin (NIM) stabil, dan kualitas aset solid dapat menjadi pertimbangan. Didukung dengan perkiraan adanya peningkatan permintaan kredit seiring pemulihan ekonomi dan net profit yang konsisten meningkat.

BMRI – Bank Mandiri (Persero) Tbk

Saham BMRI ditutup di angka Rp4.820 pada perdagangan Jumat (30/1/2026). Saham ini berpotensi naik di level Rp5.200 — Rp5.500 atau 8–15%.

Bank Mandiri merupakan bank besar dengan jangkauan nasabah luas dan pasar kredit besar. Didukung dengan potensi peningkatan loan growth di 2026. Selain itu, bank BUMN sering jadi pilihan.

Namun ada risiko saham ini sensitif terhadap likuiditas domestik dan suku bunga. Kemudian sentimen negatif terhadap sektor perbankan bisa menekan.

ASII – Astra International Tbk

Saham ASII ditutup di angka Rp6.350 pada perdagangan Jumat (30/1/2026). Saham ini berpotensi naik di level Rp7.000 — Rp7.500 atau 10–18%.

ASII dapat menjadi pertimbangan karena permintaan kendaraan dan alat berat pulih pasca pandemi. Kemudian diversifikasi segmen bisnis memungkinkan stabilitas pendapatan.

TLKM – Telkom Indonesia Tbk

Saham TLKM ditutup di angka Rp3.600 pada perdagangan Jumat (30/1/2026). Saham ini berpotensi naik di level Rp3.900 — Rp4.000 atau 8–12%.

Saham ini layak dibeli mengingat dominasi layanan telekomunikasi domestik. Hal itu didukung pendapatan data dan layanan digital yang masih tumbuh. Kemudian target harga analis dan sentimen rebound teknikal.

UNVR – Unilever Indonesia Tbk

Saham UNVR ditutup di angka Rp1.925 pada perdagangan Jumat (30/1/2026). Saham ini berpotensi naik di level Rp2.000 — Rp2.100.

UNVR patut dipertimbangkan mengingat permintaan konsumer cenderung tidak sensitif siklus ekonomi. Kemudian dividen biasanya menarik bagi investor income.

Namun ada risiko margin terganggu oleh biaya input. Dan risiko lebih lambat rebound dibanding sektor growth. (*)

 

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati

Berita Terkait