Pati, Mitrapost.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati membuka opsi perbaikan tanggul menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT).
Hal ini dikatakan oleh Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Widyotomo Kusdiyanto. Ia menjelaskan, opsi menggunakan BTT itu guna memperbaiki tanggul sungai yang sebelumnya semi permanen menjadi permanen.
“Anggaran kalau nanti ada perubahan atau berapa atau mungkin nanti lewat Belanja Tak Terduga (BTT) tapi belum tahu juga kita baru usulan saja,” ujar Widyotomo.
Ia mengatakan, ada sejumlah 7 sampai 8 tanggul sungai yang jebol dan sebelumnya diperbaiki menggunakan sandbag atau semi permanen. Tanggul sungai itu berada di wilayah Bulumanis, Kecamatan Margoyoso hingga Ngurenrejo, Kecamatan Wedarijaksa.
“Ada sekitar 7 atau 8 desa. Sudah semua, kita lakukan perbaikan darurat,” jelas dia.
“Itu pakai sandbag, karung pasir sama terucuk bambu. Masih manual, masih darurat belum permanen belum pasangan belum, sementara karena sifatnya darurat ya kita pakai itu,” dia menambahkan.
Perbaikan tanggul semi permanen ini, kata dia, tidak dapat bertahan dalam jangka waktu 2 hingga 3 tahun ke depan.
“Cuma mungkin kalau untuk jangka 2 sampai 3 tahun harus segera kita permanen. Mungkin untuk yang jangka waktu 1 tahun selama tidak ada kayu-kayu saya kira masih mampu. Kan kebanyakan jebol karena ada sampah-sampah kayu akar bambu,” jelasnya.
Selain opsi BTT, Pemkab Pati juga mengajukan bantuan kepada Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) sebesar Rp45 miliar secara keseluruhan. Namun, pihaknya akan membuat skala prioritas yang bakal diperbaiki.
“Kita ke BNPB yang ke Pak Bupati kalau untuk yang permanen sampai Rp45 miliar. Itu secara keseluruhan, tetapi sekali kita akan buat skala prioritas yang mana,” pungkasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com






