Mitrapost.com – Dalam kunjungan yang dilakukan di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 1 Deli Serdang, Sumatera Utara, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf menekankan terkait dengan tempat belajar yang inklusif bagi murid disabilitas tanpa adanya pembeda.
Dalam hal ini, sosok yang akrab disapa Gus Ipul itu menyampaikan bahwa pembelajaran di Sekolah Rakyat selama ini telah dilakukan secara inklusif, tanpa adanya perbedaan perlakuan bagi setiap siswa disabilitas.
“Dan di sini gabung. Jadi satu, inklusif, tidak dibeda-bedakan, tetap diberi pembelajaran secara bersama-sama,” jelas Gus Ipul dalam keterangannya, dikutip dari Detik, Senin (02/02/2026).
Ia menyoroti salah satu siswa SRMP 1 Deli Serdang yang termasuk dalam golongan penyandang disabilitas pengidap down syndrome, di mana dalam keyakinannya, murid tersebut dipastikan memiliki sebuah kelebihan khusus pada sebuah bakat terpendamnya.
“Jadi down syndrome itu memang susah untuk menerima pelajaran sebagaimana anak-anak yang lain. Tetapi anak ini, pasti punya keunggulan, pasti ada kehebatannya. Nah, itu tugasnya guru-guru ini untuk memperkuat keistimewaan dari anak ini,” katanya.
Selain siswa penyandang disabilitas, Gus Ipul juga mengapresiasi adanya sikap toleransi beragama, peniadaan perundungan atau bullying, hingga kekerasan fisik maupun seksual yang terdapat di SRMP 1 Deli Serdang.
“Yang tampil menari tadi itu MasyaAllah, tampil ada yang (beragama) Muslim, yang Katolik, ada yang Nasrani, menari bareng di atas panggung. Ini adalah pendidikan kerukunan yang dikembangkan di Sekolah Rakyat,” ucapnya.
“Tidak boleh ada intoleransi, tidak boleh ada kekerasan fisik dan seksual. Dan juga tidak boleh ada perundungan atau bullying. Anak-anak harus dididik untuk bisa rukun sebagai sesama manusia, sebagai sesama warga bangsa,” tambahnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






