Viral Cacahan Uang Kertas Dalam Jumlah Banyak Ditemukan di TPS Wilayah Bekasi

Mitrapost.comViral cacahan uang kertas Rp2.000, Rp50.000, hingga Rp100.000 ditemukan di tempat pembuangan sampah (TPS) liar Desa Taman Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Cacahan uang kertas itu berukuran kecil sekitar 2–5 milimeter dan dikemas dalam karung berwarna putih.

Kapolsek Setu AKP Usep Armansyah bersama pemilik lahan TPS liar Haji Santo pun telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan pada Rabu (4/2/2026). Jumlah cacahan uang yang ditemukan banyak. Sebagian temuan tersebut pun dibawa Polsek Setu.

Total ada 21 karung yang diserahkan oleh pemilik lahan TPS liar kepada pihaknya pada Rabu (4/2/2026) malam.

“Iya sudah diserahkan, bukan dibawa, tapi diserahkan dari pemilik lahan. Karena takut bagaimana-bagaimana, makanya diserahkan. Ya sudah kami terima,” ujarnya dilansir dari Kompas.

Ada dugaan jika uang tersebut asli. Oleh karena itu, polisi melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak.

Total ada empat saksi yang diperiksa. Mereka diantaranya merupakan pemilik lahan dan sejumlah pekerja yang bertugas melakukan penyortiran sampah di lokasi.

“Untuk saksi, saat ini sudah ada empat orang yang kami periksa terkait temuan uang tersebut, yakni pemilik lahan dan beberapa pekerja yang melakukan sortir sampah di lokasi,” jelasnya.

Menurut Usep, jika uang tersebut merupakan uang asli, maka seharusnya dimusnahkan dengan prosedur resmi.

“Walaupun berbentuk cacahan, karena fisiknya merupakan dokumen negara berupa uang, maka perlu pengamanan yang betul-betul sesuai dengan prosedur,” jelasnya.

Saat ini penyelidikan masih dilakukan termasuk terkait TPS yang tak memiliki izin. Dan untuk sementara masih belum ada pelanggaran hukum yang ditetapkan.

“Saat ini kami belum menetapkan adanya pelanggaran hukum. Namun kami masih melakukan penyelidikan, termasuk karena lokasi tersebut merupakan tempat pembuangan sampah yang tidak memiliki izin,” jelasnya.

Sebagai informasi, TPS tersebut awalnya merupakan lahan tak produktif yang kemudian dimanfaatkan warga untuk menyortir sampah yang masih memiliki nilai ekonomis.

Lokasinya sendiri berbatasan langsung dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Desa Sumur Batu.

Sampah yang masuk ke TPS tersebut berasal dari perumahan sekitar hingga luar daerah seperti Cibubur. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati