Pati, Mitrapost.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mengungkap penyebab bencana banjir di wilayahnya. Salah satu penyebabnya yakni warga membuang sampah di aliran sungai.
“Tapi memang kondisi juga ada warga kita yang membuang sampah sembarangan,” ujar Ketua Komisi C, DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto.
Selain itu, lanjut dia, bencana banjir juga disebabkan oleh ranting dan batang pohon yang menyumbat di jembatan dengan level rendah.
Mengetahui, adanya jembatan dengan level rendah, pihaknya meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menyelesaikan permasalahan tersebut. Lebih lanjut, menurutnya Kabupaten Pati menjadi daerah rentan bencana utamanya banjir.
“Makanya kedepan, Pati ini memang daerah rentan bencana terutama banjir,” jelas dia.
Dia mencontohkan kondisi bencana banjir yang paling parah di bulan Januari 2026 kemarin, berada di Desa Doropayung dan Kedungpancing Kecamatan Juwana.
“Kemarin saja contohnya di Juwana di Doropayung sama Kedungpancing, kelihatannya di luarnya sudah surut tapi ternyata di dalamnya kondisinya sampai seperut,” jelasnya.
Melihat kondisi banjir yang sempat rendam rumah warga Pati tahun 2026 ini, pihaknya bakal melakukan rapat komisi dengan pimpinan DPRD Pati. Hal ini untuk menyimpulkan langkah-langkah penanganan Banjir kedepannya.
“Jadi itu memang betul, memang kita nanti insyaallah dengan komisi kita tanya ke pimpinan dewan langkah-langkah yang harus kita lakukan seperti apa nanti kita rencanakan bersama,” pungkasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com






