IHSG Ditutup Melemah Signifikan di Mayoritas Sektor, 5 Saham Ini Diperkirakan Pada Fase Konsolidasi

Mitrapost.com – Pada perdagangan Jumat, 6 Februari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah signifikan pada posisi 7.935,260 atau turun sebanyak 168,618 poin, setara 2,08 persen dengan penekanan bagi mayoritas sektor.

Sentimen negatif ini dipengaruhi oleh adanya reaksi investor terhadap kondisi makro dan persepsi risiko domestik yang menonjol, hingga mendominasi dinamika perdagangan akhir pekan kemarin.

Untuk Senin (09/02/2026), pergerakan pasar diperkirakan dalam fase konsolidasi dengan bias sideways sampai terbatas menguat tergantung pergerakan sentimen global dan data domestik awal pekan.

BBRI – Perbankan / Bank Rakyat Indonesia Tbk

Sebagai salah satu bank besar dengan likuiditas tinggi, BBRI berpeluang menjadi saham dengan pergerakan yang relatif lebih stabil dalam fase konsolidasi pasar. Oleh sebab itu, saham ini menutup perdagangannya di fase Rp3.780 dan diprediksikan naik hingga Rp3.837 — Rp3.893.

Sentimen risiko domestik yang moderat dapat memberikan ruang bagi saham perbankan besar untuk mencatatkan pergerakan rebound teknikal, terutama bila IHSG menunjukkan support intraday pada awal pekan.

BBCA – Perbankan / Bank Central Asia Tbk

BBCA adalah saham defensif di sektor keuangan yang sering menjadi barometer likuiditas pasar, tercermin melalui penutupan perdagangannya yang berada di fase Rp7.675. sementara, saham ini diproyeksikan berada dalam angka Rp7.790 — Rp7.920.

Pada konteks sentimen yang masih hati-hati, saham perbankan berkapitalisasi besar cenderung lebih terjaga dari tekanan jual ekstrem. Oleh sebab itu, BBCA berpeluang menunjukkan stabilisasi atau rebound moderat ketika IHSG mencoba menstabilkan diri.

UNVR – Konsumer Primer / Unilever Indonesia Tbk

Saham konsumer primer umumnya memiliki sensitivitas yang lebih rendah terhadap sentimen pasar jangka pendek karena permintaan produk dasar yang cenderung stabil. Hal ini terlihat dari penutupannya yang mencapai angka Rp2.300.

Dalam kondisi IHSG yang melanjutkan konsolidasi setelah pelemahan pekan lalu, saham seperti UNVR berpotensi menarik minat investor yang mencari kestabilan relatif di tengah volatilitas, dengan targetnya yang berada di angka Rp2.340 — Rp2.380.

INCO – Tambang / Vale Indonesia Tbk

Sekalipun tekanan pasar lebih luas menghantam indeks, sektor komoditas logam yang menutup perdagangannya pada angka Rp6.100 memiliki karakter yang lebih responsif terhadap perubahan harga komoditas global dan arus modal asing jangka menengah.

INCO sebagai saham tambang yang likuid bisa menjadi pilihan teknikal ketika IHSG berupaya rebound dari area support, terutama bila permintaan logam tetap kuat. Untuk itu, saham ini berpotensi mengalami target hingga pada posisi Rp6.210 — Rp6.307.

TLKM – Telekomunikasi / Telekomunikasi Indonesia Tbk

Saham sektor telekomunikasi sering dipandang sebagai defensif di tengah volatilitas pasar karena karakter pendapatan yang lebih stabil dan eksposur domestik yang kuat. Hal ini terlihat dari penutupannya yang berada di angka Rp3.380.

Dalam fase konsolidasi IHSG yang dipicu oleh sentimen kredit dan global, saham telekomunikasi seperti TLKM dapat memberikan stabilisasi harga relatif dibanding sektor siklikal hingga berpotensi naik mencapai Rp3.431 — Rp3.481. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati