Mitrapost.com – Dalam lima tahun terakhir, produksi kelapa sawit yang ada di Negara Republik Indonesia (RI) dilaporkan mengalami stagnasi bahkan diproyeksikan masih akan berlanjut hingga 2026.
Di tengah permintaan yang terus meningkat, kondisi ini menjadi tantangan serius hingga mendorong industri mencari cara terkait dengan peningkatan produktivitasnya tanpa harus melakukan pembukaan lahan baru terlebih dahulu.
Melansir dari CNBC Indonesia, salah satu langkah yang dapat ditempuh oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) ialah dengan mendatangkan serangga penyerbuk dari Tanzania guna mendongkrak hasil produksi kelapa sawit nasional.
Media Relations GAPKI, Mochamad Husni menjelaskan bahwa pihaknya akan memperkuat sistem kerja sama internasional seperti dengan Tanzania untuk mendatangkan serangga penyerbuk yang dinilai lebih efektif.
“Kita terus meningkatkan kerjasama untuk mendorong peningkatan produktivitas industri sawit saat ini. Yang bisa saya highlight di sini itu, misalnya belum lama ini kami bekerja sama dengan Tanzania untuk mendatangkan serangga penyerbuk,” jelas Husni, dikutip Sabtu (07/02/2026).
Pada penjelasannya, serangga penyerbuk tersebut memegang peranan yang cukup penting dalam meningkatkan hasil panen kelapa sawit. Tanzania dipilih lantaran diyakini memiliki serangga penyerbuk yang dapat bekerja lebih optimal dibanding dengan serangga Indonesia.
“Serangga penyerbuk itu lebih efektif untuk meningkatkan produktivitas di tumbuhan kelapa sawit,” katanya.
“Mudah-mudahan ini lebih efektif, karena kalau kata teman-teman sawit, itu serangga penyerbuk (yang ada saat ini) sudah kurang produktif. Jadi didatangkan serangga yang dari luar negeri, yakni Tanzania,” lanjutnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






