Daftar 5 Saham Berpotensi Alami Pergerakan Harga Signifikan pada 10 Februari

Mitrapost.comIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini Senin (9/2/2026) berada di zona merah. Berdasarkan update pukul 10.00 WIB, IHSG berada di level 7.921, melemah -13.96 atau 0.18%.

Sentimen negatif global dan domestik memicu tekanan jual di saham dan rupiah melemah. Namun ada dorongan dari pembelian saham fundamental saat pasar turun oleh investor.

IHSG diperkirakan melemah terbatas dengan rentang support dan resistance tertentu, dan pergerakan saham akan dipengaruhi oleh data ekonomi global dan domestik di pekan ini.

Dengan kondisi tersebut, berikut ini saham yang berpotensi mengalami pergerakan harga signifikan pada Selasa, 10 Februari 2026.

BBCA – Bank Central Asia Tbk

Harga saham BBCA ditutup di level Rp7.675 pada Jumat (6/2/2026) atau berada di zona merah. Meski begitu, BBCA masih layak menjadi salah satu saham yang diperhitungkan investor mengingat fundamental perusahaan yang kuat. Dimana bank BCA menjadi yang terbesar di Indonesia dengan kapitalisasi sangat besar dan likuiditas tinggi. Kemudian kinerja labanya juga stabil dan franchise kuat di pasar perbankan domestik.

Hal itu didukung dengan sektor perbankan yang seringkali menjadi magnet capital inflow jika sentimen membaik. Saham ini berpotensi naik di level Rp7.900 — Rp8.100 (3% – 6%).

Namun tetap ada risiko dari volatilitas IHSG dan tekanan global bisa menahan kenaikan.

UNVR – Unilever Indonesia Tbk

Unilever menjadi salah satu pemain dominan di sektor consumer goods dengan brand yang kuat. Year range wide menunjukkan volatilitas yang menarik untuk swing.

UNVR berpotensi naik 2% – 5% dari harga penutupan Jumat (6/2/2026) menjadi Rp2.300 — Rp2.400. Hal itu didukung dengan kondisi defensif dalam market volatility dan permintaan domestik yang relatif stabil.

Namun ada risiko daya beli konsumen bisa terdampak jika ekonomi melambat.

TLKM – Telkom Indonesia Tbk

Saham TLKM merupakan penghasil dividend yield yang menarik. Perusahaan ini juga memiliki basis pelanggan luas di telekom dan berada di posisi defensif di sektor komunikasi.

Saham TLKM berpotensi naik di level Rp3.500 — Rp3.600. Jika dibandingkan dengan harga penutupan Rp3.380 pada Jumat (6/2/2026), TLKM berpotensi naik 3% – 7%. Hal itu didukung dengan rebound teknikal IHSG yang bisa menarik minat sektor telekom.

Namun ada risiko sentimen risk-off global bisa membuat saham defensif kurang bergerak kuat.

UNTR – United Tractors Tbk

Sebagai perusahaan penyedia alat berat dan layanan pertambangan, United Tractors kuat saat komoditas dan capital expenditure atau belanja modal tambang meningkat.

Price to Earnings Ratio relatif rendah menunjukkan saham ini memiliki valuasi yang menarik. Potensi kenaikan saham ini mencapai 4% – 9% atau di level Rp27.500 — Rp29.000. Hal itu didukung dengan rebound harga komoditas dan tren belanja modal pertambangan.

Namun ada risiko harga komoditas global fluktuatif dan sentimen risk-off global.

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)

Saham MEDC tidak termasuk saham blue-chip, namun seringkali volatil. Potensi kenaikan saham ini mencapai 6% – 12% atau di level Rp1.600 — Rp1.700.

Rekomendasi teknikal oleh analis menyebutkan jika saham MEDC sebagai saham yang berpotensi rebound. Namun ada risiko volatilitas sektor energi tinggi, sensitif dengan harga minyak dunia. (*)

 

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati