Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, Selasa (10/2/2026), dibuka menguat tipis di level 8.031,58. Sebagian saham perusahaan menguat, khususnya di sektor komoditas dan bahan baku.
IHSG mencatat rebound awal pekan, tetapi sentimen jangka menengah masih rentan karena berita makro dan global, serta tidak ada trend kuat. Meski demikian, bagi Anda yang ingin melakukan trading, tidak salahnya melihat beberapa saham yang potensial beberapa hari ke depan.
Berikut ini kami rangkum 5 saham listing BEI yang diprediksi akan mengalami kenaikan harga pada 11 Februari 2026!
PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
Saham BUMI pada 9 Februari ditutup di level Rp240. Namun, diprediksi mengalami kenaikan antara 7-14% pada 11 Februari mendatang. Potensi kenaikan harga ini berdasarkan analisis fundamental dan teknikalnya.
BUMI termasuk saham dengan nilai transaksi dan volume yang besar, sehingga spread cenderung lebih kecil dibanding saham mid-cap lainnya. Spread yang lebih sempit karena aktivitas perdagangan tinggi, membantu entry/exit lebih efisien.
Selain itu, MA (Moving Average) sering memantul dari area MA50/MA100 di level support. Momentum (MACD) berpotensi memunculkan cross bullish jika IHSG stabil di atas support. Volatilitasnya relatif tinggi. BUMI termasuk saham yang tetap diminati investor asing saat pasar melemah dan harga komoditas berbalik arah.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
Saham ANTM pada 9 Februari ditutup di level Rp3.890. Namun, diprediksi mengalami kenaikan antara 6–12% pada 11 Februari mendatang. Likuiditas ANTM cukup solid karena merupakan saham blue-chip, serta memiliki spread relatif ketat. Investor asing sering masuk pada saham ANTM saat tren komoditas global membaik.
Pada MA teknikalnya, harga cenderung bereaksi baik di atas MA20/MA50 setelah fase koreksi, atau menunjukkan fase perbaikan. Sinyal MACD potensi bullish divergence jika harga berhasil stabil di area support jangka pendek. Volatilitasnya Moderat, sehingga cocok untuk swing entry setelah pergerakan volatil awal.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
Saham BBRI pada 9 Februari ditutup di level Rp3.770. Namun, diprediksi mengalami kenaikan antara 5–10% pada 11 Februari mendatang. Likuiditas tinggi, sehingga spread relatif sempit karena volume dan nilai transaksi besar, menunjukkan salah satu saham paling aktif diperdagangkan.
Harga berada di sekitar MA50/MA20 yang dapat menjadi support dinamis jika IHSG rebound. Artinya, harga saham memiliki peluang memantul naik (bounce) dari area MA tersebut. Momentum menunjukkan potensi cross bullish atau harga yang semula turun menjadi naik bila tren rebound lebih luas terjadi. Volatilitasnya moderat, sehingga memberikan swing yang lebih stabil.
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
Saham TLKM pada 9 Februari ditutup di level Rp3.350. Namun, diprediksi mengalami kenaikan antara 6–11% pada 11 Februari mendatang. TLKM juga termasuk saham LQ45 dengan spread sempit dan likuiditas tinggi, sehingga mendukung efisiensi eksekusi. Aksi beli asing sering memicu rebound saham pada fase konsolidasi.
Posisi MA berubah-ubah di sekitar MA20/MA55, mengindikasikan buyer dan seller sedang tarik-menarik dan pasar sedang konsolidasi untuk pergerakan berikutnya. Untuk momentum, bila level MACD mulai positif, dapat menandakan momentum bullish merata. Volatilitas rendah, cocok untuk swing entry konservatif.
PT JPFA Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
Saham JPFA pada 9 Februari ditutup di level Rp2.550. Namun, diprediksi mengalami kenaikan antara 8–15% pada 11 Februari mendatang. Likuiditas baik dengan spread moderat karena aktivitas perdagangan yang stabil. Sektor consumer cyclical memberikan safe haven relatif.
MA menunjukkan harga berpotensi turun sebentar ke area MA20/MA50 (retest), lalu memantul naik lagi (bounce) jika koreksi IHSG berakhir. MACD menunjukkan momentum rebound akan terlihat jika terjadi bullish crossover. Volatilitas menengah, sehingga baik untuk swing di fase koreksi/konfirmasi rebound. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com





