Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (12/2/2026) menunjukkan penguatan di level 8.317,24, dari penutupan hari sebelumnya. Kondisi ini dipengaruhi adanya rebound teknikal yang mengisyaratkan optimisme pasar modal.
Meski pasar modal menunjukkan tanda positif, sentimen global masih memengaruhi pasar saham Indonesia, termasuk outlook kredit Indonesia di Moody’s yang memicu tekanan jual dan kekhawatiran terkait MSCI.
Bagi trader yang ingin melakukan scalping, penting untuk tetap disiplin dengan fokus pada saham-saham likuid dan volume perdagangan besar karena ini akan membantu entry dan exit lebih cepat tanpa slippage (selisih antara target harga dengan harga aktual) besar.
Gunakan timeframe pendek sekitar 1-5 menit, dengan target (0.5% – 1.5% per trade) dan stoploss ketat (0.3% – 0.7%), serta hindari entry terlalu dini di pembukaan pada pukul 09.00 – 09.15 WIB, dan tunggu arah lebih jelas pada pukul 10.00 hingga 11.00 WIB.
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS)
PT Merdeka Gold Resources memiliki kapitalisasi pasar besar dan likuiditas tinggi. Perusahaan tersebut juga merupakan emiten paling aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Volume transaksi besar dan nilai transaksi tinggi mendukung scalping karena spread lebih sempit.
Secara teknikal, volatilitas intraday cukup lebar karena saham emas biasanya bergerak responsif terhadap berita harga emas dunia/komoditas. Cocok scalping saat ada reaksi terhadap data komoditas/market news.
MA5 lebih besar dari MA20 menunjukkan bullish pada timeframe pendek, sementara MACD menunjukkan garis diatas signal line atau menunjukkan momentum naik masih aktif, cocok untuk pullback buy.
PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL)
PT Buana Lintas Lautan memiliki likuiditas cukup tinggi. Volume yang diperdagangkan tinggi mengartikan slippage lebih kecil pada jam perdagangan aktif. BULL juga sering muncul di top turn over, sehingga scalper dapat memasang order dengan spread lebih kecil relatif rata-rata pasar.
Volatilitas moderat–tinggi, sehingga cukup memberi peluang range intraday yang dapat dimanfaatkan untuk mencari keuntungan kecil. MA5 sering crossing di MA20 atau whipsaw, sedangkan MA20 cenderung sideways (tidak bullish dan bearish). MACD menunjukkan momen scalping pada range tertentu antara support dan resistance.
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
Perusahaan raksasa konsumer yang memproduksi mi instan dan produk makanan lainnya ini juga termasuk likuid dan merupakan saham blue-chip. INDF sering diperdagangkan dengan volume besar setiap sesi, sehingga membuat spread sempit dan memudahkan entry/exit cepat.
Volatilitas hariannya moderate. MA5 lebih besar dari MA20 menandakan uptrend atau pergerakan harga cenderung naik dalam jangka pendek hingga menengah, serta sering menjadi sinyal bullish atau potensi Golden Cross (sinyal beli). MACD menunjukkan momentum stabil, sehingga cocok ambil micro profit.
PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK)
Perusahaan ini memiliki likuiditas tinggi. Volume harian mencapai hampir 1 miliar saham menandakan spread cukup padat untuk scalping. Kapitalisasi pasarnya moderat namun perdagangan ramai, sehingga membantu eksekusi scalping lebih cepat.
Volatilitas intraday tinggi menciptakan peluang scalping dengan keuntungan kecil. MA5 di atas MA20, mengindikasikan tren harga jangka pendek sedang naik (uptrend). Sementara, jarak MACD dan signal line cukup jauh yang berarti momentum kuat tapi rawan koreksi cepat.
PT Indika Energy Tbk (INDY)
Saham INDY sering dipantau bursa atau termasuk pernah masuk daftar Unusual Market Activity. Volume perdagangannya tinggi pada sesi volatil. Kinerja keuangan jangka panjangnya dipengaruhi oleh proyek energi/emas besar yang menarik perhatian market.
Volatilitas intraday tinggi ketika harga bereaksi terhadap sentimen komoditas emas dan energi. MA5 di atas MA20 menunjukkan uptrend, sementara MA20 mulai melengkung naik yang menandakan bullish pada fase awal. Tanda-tanda kenaikan mulai muncul, tetapi belum masuk fase rally kuat. MACD menunjukkan sinyal golden cross baru terjadi atau potensi awal breakout. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com


