Mitrapost.com – Sebagai salah satu bentuk upaya perubahan besar, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tengah mempersiapkan pengembangan kawasan industri nasional di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dengan luasan area sebesar 4.000 hektare.
Melansir dari CNBC Indonesia, Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria mengungkapkan bahwa pihaknya mulai meninggalkan pola bisnis konvensional yang melahirkan keuntungan instan, seperti penjualan lahan yang selama ini sering diandalkan.
Dalam hal ini, pihak BPI Danantara mulai menggunakan pendekatan baru yang lebih menitikberatkan pada keberlanjutan pendapatan jangka panjang. Penerapan pola tersebut diyakini mampu menarik lebih banyak investor industri skala global.
“Nah begitu juga dengan industrial estate, kita merubah bisnis model daripada industrial estate kita. Saya bilang sama mereka tidak boleh lagi menjual tanah, tidak boleh lagi, tetapi memberikan gratis tanahnya,” jelas Dony, dikutip Jumat (13/02/2026).
Pada mekanisme yang dijelaskan, pemberian tanah tersebut gratis selama 30-50 tahun penggunaan bagi industrial estate BPI Danantara agar setiap pengelola memiliki pendapatan berulang (recurring income) secara rutin, terprediksi, dan berkelanjutan dalam jangka panjang, dari utilitasnya.
Pendapatan dari model bisnis baru tersebut nantinya tidak lagi bertumpu pada transaksi satu kali di awal seperti jual beli lahan, melainkan pendapatan berulang dari sejumlah layanan penunjang operasional industri.
Harapannya, kawasan industri tersebut dapat bersaing dengan negara tetangga yang lebih dulu menawarkan insentif secara agresif. Langkah tersebut juga sejalan dengan rencana ekspansi lahan berskala besar yang tengah digarap oleh BPI Danantara.
Sementara, Kabupaten Batang dijadikan sebagai salah satu titik utama lantaran memiliki posisi strategis bagi industri manufaktur maupun logistik. Luasan area yang telah disiapkan pun diproyeksikan menjadi salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia.
“Kita sedang melakukan inbreng (penyetoran modal) terhadap tanah kita di Batang, itu kurang lebih 4.000 hektare untuk membangun satu kawasan industri yang komprehensif,” katanya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






