Meski Traffic Ditandai Zona Merah, 5 Saham Ini Diprediksi Aman untuk Scalping

Mitrapost.com – Setelah sempat rebound kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (13/02/2026), tepatnya pukul 09:54 WIB kembali mengalami penurunan tajam di poin 59,24 atau sebesar 0,72% hingga ke level 8,206.12.

Meski traffic ditandai dengan zona merah, aktivitas pembelian saham (trading) bagi pelaku yang ingin bertransaksi tetap dapat dijalankan sebagaimana mestinya, sekalipun menggunakan metode scalping atau jangka pendek.

Justru, metode ini dijadikan sebagai salah satu pilihan untuk melakukan transaksi di tengah kondisi tersebut, karena tingginya volatilitas ketika pasar menurun justru dapat dijadikan sebagai peluang profit asalkan dilakukan dengan cara disiplin dan penuh strategi tepat.

Salah satu strategi yang bisa digunakan oleh pelaku (trader ) adalah memperhatikan buying average saham, yaitu cara pembelian saham yang sama selama beberapa kali pada harga yang berbeda, lalu menghitung rata-rata pembeliannya (average price).

Strategi ini digunakan dengan tujuan sebagai berikut;

  • Menurunkan harga rata-rata saat harga saham turun
  • Mengelola risiko saat pembelian saham
  • Mengoptimalkan posisi saat yakin dengan prospek sahamnya

Sementara itu, berikut kami berikan 5 saham listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang cocok untuk scalping!

BBCA — PT Bank Central Asia Tbk

Dalam pasar perdagangan di BEI, BBCA merupakan salah satu saham blue chip paling likuid lantaran volumenya yang tinggi sehingga memudahkan scalper untuk masuk/keluar posisi cepat.

Kemudian, perilaku investor asing yang akhir-akhir ini melakukan jual bersih besar-besaran termasuk untuk BBCA juga menciptakan volatilitas tiba-tiba dalam sesi seperti koreksi harga. Hal ini bisa dimanfaatkan scalper untuk mean reversion atau pullback plays.

BUMI — PT Bumi Resources Tbk

Selain sektor perbankan, BUMI juga termasuk ke dalam salah satu saham dengan tingginya nilai transaksi dan kuatnya volatilitas, terutama setelah aksi jual asing pekan lalu yang memicu reaksi harga cepat. Pergerakannya yang sering ber-fluktuasi dalam satu sesi juga memberi peluang yang sering dimanfaatkan scalper.

DEWA — PT Darma Henwa Tbk

Ketika IHSG bergerak dari level resistance seperti area sekitar 8.300 yang terjadi sebelumnya, DEWA sering mengalami reaksi harga tajam intraday yang memicu volatilitas harga micro. Sentimen volatil pasar diketahui mampu memperbesar pergerakan harga DEWA dalam satu sesi. Hal ini ideal buat scalper yang mencari range trading jangka pendek.

PTRO — PT Petrosea Tbk

Meski harga saham PTRO sempat mengalami koreksi tajam dalam sebulan terakhir, kondisi ini justru menciptakan range harga lebar intraday ketika reversal micro. Aktivitas peristiwa fundamental (seperti rencana akuisisi terkait grup CUAN yang bisa membawa perhatian pasar) juga sering memicu volume dan flash moves yang bisa dimanfaatkan scalper.

CUAN — PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk

CUAN menunjukkan adanya likuiditas yang cukup tinggi untuk scalping intraday karena sering diperdagangkan aktif, terbukti dari sebanyak 24 juta lebih volume yang telah terlihat pada pagi hari ini. Aksi buyback saham dan aktivitas transaksi besar mampu memunculkan volatilitas hingga berpeluang untuk scalper menangkap micro-moves. (*)

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati