Mitrapost.com – Sentimen makro dan global memengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama seminggu terakhir sempat mengalami koreksi tajam dari awal Februari. Meski demikian, kondisi pasar menunjukkan rebound teknikal, namun belum menembus tren bullish kuat.
Berdasarkan prediksi, IHSG pada 16 Februari 2026 berpotensi terus berkonsolidasi dalam range tertentu. Kemungkinan bukan breakout besar, tapi range sideways atau mendatar dengan potensi fluktuasi cukup tajam.
Bagi yang ingin melakukan trading jangka pendek hingga menengah untuk mengumpulkan keuntungan berhari-hari hingga berminggu-minggu, penting untuk melihat tren, serta momentum yang jelas. Saat ini, IHSG masih berkonsolidasi dan volatil.
5 Saham Berpotensi untuk trading jangka pendek hingga menengah
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
BBRI menutup di angka Rp3.780 pada akhir minggu kemarin, dan diperkirakan akan mengalami kenaikan harga antara 6–10% persen pada 16 Februari 2026.
Likuiditasnya sangat tinggi dan selalu masuk dalam top 5 secara nilai dan volume perdagangan harian, sehingga spread umumnya sempit untuk membantu eksekusi entry/exit lebih efisien. Cocok untuk trading jangka menengah karena volatilitas menengah yang sehat.
Harga sering memantul dari support MA20/MA50 dalam tren sideways (mendatar), menunjukkan area akumulasi teknikal jangka pendek. Momentum MACD cenderung mendatar, menunjukkan sinyal cross bullish jika rebound pasar berlanjut.
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
TLKM menutup di angka Rp3.450 pada akhir minggu kemarin, dan diperkirakan akan mengalami kenaikan harga antara 5–9% persen pada 16 Februari 2026.
Likuiditasnya tinggi dan spread cenderung sempit untuk saham blue-chip, mendukung eksekusi lebih halus pada posisi jangka menengah. Dividen stabil dan basis pengguna kuat yang menjadi daya tarik fundamental jangka menengah.
Sinyal rebound dari area support MA20/MA55 umum terlihat setelah koreksi kecil. MACD juga menunjukkan potensi bullish crossover jika IHSG stabil, dalam artian menandakan momentum potensial naik. Volatilitas rendah-sedang, cocok bagi trader yang menghindari likuiditas ekstrem.
PT Elnusa Tbk (ELSA)
ELSA menutup di angka Rp740 pada akhir minggu kemarin, dan diperkirakan akan mengalami kenaikan harga antara 8–15% persen pada 16 Februari 2026.
Likuiditasnya moderat-tinggi dengan spread menengah. Saham energi dan jasa minyak sering mengalami rebound cepat jika sentimen komoditas membaik secara teknikal. MA menunjukkan price range yang berulang, dengan support teknikal kuat dari MA50.Volatilitas cukup tinggi, sehingga bisa menguntungkan jika rebound tercapai, namun berisiko jika false breakout.
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)
ELSA menutup di angka Rp1.535 pada akhir minggu kemarin, dan diperkirakan akan mengalami kenaikan harga antara 10–18% persen pada 16 Februari 2026.
PT Energi Mega Persada Tbk memiliki likuiditas yang cukup baik untuk saham sektor energi dengan spread lebih lebar dibanding blue-chip. Ketergantungan pada harga minyak/energi dapat menjadi katalis yang mempercepat gerak harga.
MA20/MA60 menunjukkan sinyal awal momentum bullish, sedangkan MACD-nya menunjukkan momentum oversold bisa memicu bullish divergence. Volatilitas tinggi, menawarkan upside signifikan dengan risiko ekstra.
PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB)
ELSA menutup di angka Rp540 pada akhir minggu kemarin, dan diperkirakan akan mengalami kenaikan harga antara 7–15% persen pada 16 Februari 2026.
Likuiditasnya cukup moderat dengan spread menengah, namun cukup likuid saat rebound. Sebagai perusahaan tambang, PSAB mendapat sentimen positif saat harga mineral global membaik.
MA sering menunjukkan interaksi dengan MA50/MA100 sebagai area support atau resistance dinamis. Stochastic dan MACD menunjukkan tekanan jual mereda, sehingga ada potensi bullish reversal. Volatilitas moderat hingga tinggi, cocok untuk trading jangka menengah jika breakout terkonfirmasi. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com


