Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren penguatan teknikal usai rebound dari level lebih rendah pasca libur Imlek. IHSG yang masih bertahan di atas area 8.300, diperkirakan masih berpeluang mengalami rebound lanjutan jelang akhir pekan.
Sektor saham utama juga menunjukkan penguatan seperti sektor transportasi, energi, dan konsumen non-primer, yang mencerminkan sentimen optimis investor domestik.
Dengan kondisi tersebut, 5 saham ini diperkirakan mengalami pergerakan harga signifikan dan menjadi saham yang potensial.
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
BREN baru masuk indeks LQ45, hal ini menandakan adanya peningkatan likuiditas dan kapitalisasi pasar. Sektor energi terbarukan biasanya mendapatkan perhatian investor atau menjadi saham yang ramai diburu.
Usai ditutup di level 8.225 pada Rabu (18/2/2026), saham ini berpotensi bergerak di kisaran Rp8.800 — Rp9.500 atau naik 7 % – 15 %. Namun tetap ada risiko volatilitas saham lapis kedua dan sentimen global terhadap sektor energi.
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
PT Merdeka Copper Gold Tbk menjadi emiten tambang tembaga dan emas dengan proyek ekspansi produksi. Permintaan komoditas logam juga tetap kuat secara global.
Hal itu menjadikan MDKA menjadi salah satu saham potensial. Didukung dengan kinerja komoditas logam yang cenderung stabil mendukung saham tambang. Potensi kenaikan saham ini diperkirakan mencapai 5 % – 12 % dari harga Rp3.290 pada penutupan Rabu (18/2/2026) yaitu di level Rp3.500-Rp3.700.
Namun harga komoditas global yang fluktuatif dapat berpengaruh pada saham ini.
PT Astra International Tbk (ASII)
Saham potensial selanjutnya adalah ASII. Dimana Astra merupakan konglomerat besar di sektor otomotif, alat berat, dan infrastruktur, dengan kinerja kuat konsumer dan industrial.
Didukung dengan optimisme pasar terhadap konsumsi domestik dan pemulihan sektor otomotif, menjadikan ASII patut diperhitungkan.
ASII berpotensi bergerak di level Rp6.900 — Rp7.200 atau naik 3 % – 8 % dari harga penutupan Rp6.700 pada Rabu (18/2/2026).
Namun tetap perlu waspada karena saham ini sensitif terhadap siklus ekonomi dan suku bunga.
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)
Permintaan energi meningkat, memungkinkan MEDC naik hingga di level Rp1.800 — Rp1.900 atau naik 6 % – 12 % dari harga penutupan Rp1.685 pada Rabu (18/2/2026).
Didukung dengan rencana ekspansi produksi. PT Medco Energi Internasional Tbk sendiri fokus pada ekspansi energi di kawasan Asia Tenggara dan kontrak produksi baru, termasuk gas dan minyak.
Namun ada risiko fluktuasi harga minyak dan kebijakan energi global.
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
Indofood menjadi pemain dominan di sektor consumer goods makanan dan minuman dengan pangsa pasar domestik besar. Didukung permintaan konsumen stabil menjelang musim konsumsi Ramadan dan Lebaran.
Hal itu membuat ICBP berpotensi naik 3 % – 7 % atau di level Rp8.400 — Rp8.800 dari harga penutupan di Rp8.200 pada Rabu (18/2/2026).
Namun ada risiko margin terpengaruh biaya input dan daya beli konsumen. (*)

Redaksi Mitrapost.com






