Pati, Mitrapost.com – Warga Desa Wonorejo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, memilih menanam pohon pisang di jalan penghubung Kecamatan Wedarijaksa dan Tlogowungu, Sabtu (21/02/2026).
Aksi ini dilakukan warga sebagai bentuk protes terhadap jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki. Kondisi jalan rusak ini dianggap membahayakan keselamatan pengendara, bahkan jadi penyebab terjadinya kecelakaan.
Salah satu Warga Desa Wonorejo, Muhammad Jimat mengatakan bahwa masyarakat sudah semakin resah melihat kondisi jalan rusak. Akhirnya, warga berinisiatif melakukan pembenahan dengan bahan-bahan seadanya.
“Disini lubangnya terlalu parah, dan sudah banyak menimbulkan kecelakaan. Jadi kita sebagai warga berinisiatif untuk melakukan pembenahan, mungkin tentu saja tidak sebagus yang diharapkan oleh masyarakat tapi setidaknya bisa membantu untuk kelancaran buat kendaraan bermotor,” jelas Jimat.
Ia menambahkan, selama 6 tahun ini, jalan tersebut tidak dilakukan perbaikan secara total, melainkan hanya sekadar ditambal. Penanganan seperti itu tidak membuat jalan bertahan lama, sehingga kembali rusak saat musim hujan tiba.
“Kurang lebih ada 6 tahun sekarang, tidak pernah tersentuh cuma di tambal, tetapi setelah kena hujan rusak lagi,” katanya.
Salah satu penggunaan jalan bernama Didik juga sempat mengeluh dengan jalan berlubang di area tersebut. Menurutnya, lubang jalan di lokasi itu cukup dalam, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan tunggal.
“Karena lubangnya terlalu dalam, dan juga mengakibatkan banyak korban-korban laka tunggal karena lubang ini,” ujar Didik.
Ia menyebutkan, kerusakan jalan ada di sepanjang tiga kilometer.
Harapannya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati turut memperhatikan keluhan warga terkait kerusakan jalan tersebut. Selanjutnya, jalan tersebut diperbaiki dengan material yang berkualitas agar tahan lama.
“Kalau harapannya untuk diperbaiki supaya bisa bagus dan kualitasnya jangan yang jelek katakanlah hotmix yang bagus minimal,” pungkasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com






