Mitrapost.com – Sejumlah warga Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dilaporkan tengah melakukan protes berupa penolakan terhadap tambang tanah uruk yang dilakukan sebagai bagian dari proyek pembangunan Tol Jogja-Bawen.
Pemasangan spanduk yang dimulai dari perbatasan antara Desa Sambeng dan Desa Candirejo hingga Desa Bigaran ini diinisiasi oleh sejumlah warga dari enam dusun dengan titik kumpul di Posko Paguyuban Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan dan Tanah Air Sambeng (Gema Pelita Sambeng).
Humas Gema Pelita Sambeng, Suratman mengatakan bahwa spanduk tersebut sengaja dipasang untuk mengakomodir seluruh keluh kesah warga, sebagai bentuk aspirasi kekecewaan masyarakat terhadap proyek Tol Jogja-Bawen yang melibatkan tanah kelahirannya.
“Dari mulai perbatasan Sambeng-Bigaran dan sampai perbatasan Candirejo-Sambeng, segala keluh kesah, segala aspirasi apapun dituangkan semuanya di sini (spanduk). Jadi ini bentuk aspirasi kekecewaan dan luapan amarah dan emosi dari seluruh masyarakat Desa Sambeng,” jelas Suratman.
“Semuanya kompak turun. Kalau perkiraan ini sekitar 400-500 orang. Tuntutannya tetap sama. Kita tetap kepingin proses perizinan ini berhenti. Kemudian, tidak ada proses tambang tanah uruk di Desa Sambeng,” lanjutnya.
Sementara, Kepala Urusan (Kaur) Umum Desa Sambeng, Teguh mengatakan bahwa pihak perangkat desa senantiasa membersamai warga terkait dengan kegiatan kerja bakti pemasangan spanduk tersebut, meski kritikan ditujukan terhadap Pemerintah Desa (Pemdes).
“Tentunya semua sudah mengetahui. Tapi, untuk ke dalam internal Pemdes tentunya kami akan selalu melakukan perbaikan,” ucap Teguh, dikutip dari Detik, Senin (23/02/2026). (*)

Redaksi Mitrapost.com






