Mitrapost.com – Terjadi kebakaran kandang ayam petelur di Dusun 4, Desa Kedungjati, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh percikan api dari alat pemanas ayam.
Kandang ayam tersebut diketahui merupakan milik warga Desa Tanjunganom, Kabupaten Banjarnegara, bernama Muslihun (48). Kebakaran diketahui oleh penjaga pada Rabu (25/2/2026) dini hari, kemudian langsung melaporkannya ke Pos Damkar Purbalingga.
“Kami menerima laporan dari warga pada pukul 00.55 WIB. Petugas langsung bergerak dan mulai melakukan pemadaman pada pukul 01.13 WIB,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Purbalingga, Raditya Widayaka, dikutip Detik.
“Penjaga kandang melihat api sudah membesar, kemudian warga langsung menghubungi Pos Damkar Purbalingga untuk meminta bantuan pemadaman,” lanjut dia.
Proses pemadaman mengerahkan petugas dari Pos Damkar Purbalingga bersama BPBD Kabupaten Purbalingga, unsur TNI, pemerintah desa setempat, relawan, serta warga sekitar. Selain itu, regu Pemadam Kebakaran Banjarnegara Pos Purwonegoro juga ikut membantu.
Api berhasil dipadamkan pada pukul 04.00 WIB pagi hari.
Bangunan kandang ayam tersebut berukuran 8×100 meter yang terbuat dari bambu. Menurut dugaan, sumber api berasal dari alat pemanas. Percikan apinya menyambar material mudah terbakar sekitar, sehingga api mudah membesar.
“Penyebab sementara diduga berasal dari percikan api pemanas ayam yang menyambar sekam dan lantai dasar kandang yang terbuat dari bambu,” terang Raditya.
Sebesar 95 persen bangunan hangus terbakar, berikut bibit ayam petelur di dalamnya. Kejadian ini menyebabkan pemilik menderita kerugian material sekitar Rp900 juta.
“Dampaknya cukup besar. Kandang ayam pembibitan berkapasitas 30 ribu ekor dengan luas 8 kali 100 meter terbakar sekitar 95 persen. Kemungkinan besar bibit ayam di dalam kandang juga ikut terpanggang,” jelasnya.
“Untuk korban jiwa nihil, begitu juga korban luka. Kerugian materi diperkirakan kurang lebih Rp 900 juta,” tegas Raditya lagi. (*)

Redaksi Mitrapost.com






