Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau berada di level harga 8.235,49 pada Jumat (27/2/2026).
IHSG seringkali bergerak naik turun mengikuti sentimen global dan domestik. Tekanan dari aksi jual asing masih menjadi faktor yang menahan kenaikan indeks.
Secara teknikal, IHSG mengalami tekanan jual tapi juga sering menunjukkan peluang rebound spasial jika bertahan di level support kunci.
Berikut ini 5 saham berpotensi bergerak signifikan pada Senin, 2 Maret 2026.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
BMRI merupakan bank BUMN besar dengan pasar domestik luas serta basis kredit retail yang kuat. Saham ini berpotensi naik Rp5.500 — Rp5.700 atau 4 % – 8 % dari harga penutupan Rp5.275 pada Jumat (27/2/2026).
Hal itu didukung dengan rebound IHSG yang sering diikuti oleh saham perbankan besar karena likuiditas dan capital inflow domestik. Namun ada risiko masih rentan terhadap aksi jual asing jika sentimen global melemah.
PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO)
Saham ADRO berpotensi naik 5 % – 10 % di kisaran Rp2.500 — Rp2.600 dari harga penutupan Rp2.340 pada Jumat (27/2/2026).
ADRO merupakan salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia, dengan diversifikasi aset dan kontrak jangka panjang. Didukung harga batu bara global relatif sedang menguat dan sektor energi sering menjadi tempat akumulasi saat IHSG rebound.
Namun ada risiko volatilitas harga komoditas dan sentimen risiko global.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)
TLKM merupakan perusahaan telekom terbesar di Indonesia, defensif dengan pendapatan stabil dan dividend yield menarik.
TLKM berpotensi naik di kisaran Rp3.600 — Rp3.800 atau 3 % – 7 % dari harga penutupan Rp3.540 pada Jumat (27/2/2026).
Saham defensif cenderung menjadi pilihan saat IHSG masih fluktuatif. Namun ada risiko saham ini sensitif terhadap perubahan suku bunga dan sentimen risk-off global.
PT Astra International Tbk (ASII)
ASII merupakan konglomerat kuat di otomotif, pembiayaan, agribisnis, dan alat berat; diversifikasi pendapatan luas.
Saham ini berpotensi naik 3 % – 8 % di kisaran Rp6.900 — Rp7.200 dari harga penutupan Rp6.675. Didukung dengan konsensus pasar melihat saham ini sebagai barometer ekonomi domestik. Namun ada risiko siklus ekonomi dan konsumsi otomotif bisa menahan pergerakan.
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
ICBP merupakan pemain utama dalam consumer goods makanan/produk harian dengan pangsa pasar domestik kuat.
Harga ICBP berpotensi naik 3 % – 7 % di kisaran Rp8.100 — Rp8.400 dari harga penutupan Rp7.850 pada Jumat (27/2/2026).
Hal itu didukung permintaan konsumen cenderung stabil bahkan saat pasar sideways. Namun ada risiko input biaya bahan baku bisa menekan margin. (*)

Redaksi Mitrapost.com






