Mitrapost.com – Seorang anak perempuan DNA mengalami syok usai menemukan kedua orang tuanya dalam kondisi berlumuran darah di rumah mereka yang berada di Perumahan Prima Lingkar Asri Blok B4 No 14, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi pada Senin (2/3/2026).
Sang ayah berinisial EU (65) sudah dalam kondisi meninggal dunia. Sementara sang ibu berinisial PW (60) kritis sehingga memerlukan perawatan di rumah sakit.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal mengungkapkan bahwa sang anak biasanya dibangunkan sahur oleh ibunya. Namun saat itu, tak ada yang membangunkannya hingga waktu imsak hampir tiba.
Ia akhirnya turun ke lantai 1 hendak membangunkan orang tuanya untuk sahur.
“Akhirnya korban inisiatif ke lantai bawah membangunkan ibunya. Di situ tidak ada jawaban. Yang terdengar suara seperti orang suara mendengkur,” ujar Andi dilansir dari Kompas.
Sang anak yang mulai panik lantas pergi meminta tolong kepada warga.
“Anak korban kaget, panik, kemudian meminta tolong ke warga tapi enggak ada siapa-siapa di sini. Sehingga korban menghubungi keluarganya,” kata Andi.
Keluarga korban kemudian datang ke lokasi. Akses masuk ke lokasi sempat terkendala sehingga mereka memecahkan kaca jendela.
Setelah dibuka ternyata EU sudah berada di kasur dalam kondisi penuh darah dan PW berada di lantai kamar.
“Kemudian keluarganya datang dan kaca dibuka paksa. Di situ dilihatlah korban sudah tergeletak kedua-duanya,” ujar Andi.
EU telah meninggal dunia, sedangkan PW kritis dan dilarikan ke rumah sakit. Pemeriksaan menunjukkan jika korban mendapatkan pukulan dari benda tumpul di bagian belakang kepala.
Sejumlah barang berharap korban diduga hilang yaitu gelang emas dan kunci mobil. Pihak kepolisian pun masih menyelidiki kasus ini.
Jenazah EU telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk visum dan autopsi. Sedangkan PW menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Primaya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






