Mitrapost.com – Setelah sempat rebound di akhir Februari, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (02/03/2026), tepatnya pukul 09:27 WIB kembali mengalami penurunan tajam di poin 133,17 atau sebesar 1,62% hingga ke level 8,102.32.
Meski traffic ditandai dengan zona merah, aktivitas pembelian saham (trading) bagi pelaku yang ingin bertransaksi tetap dapat dijalankan sebagaimana mestinya, sekalipun menggunakan metode scalping atau jangka pendek.
Justru, metode ini dijadikan sebagai salah satu pilihan untuk melakukan transaksi di tengah kondisi tersebut, karena tingginya volatilitas ketika pasar menurun justru dapat dijadikan sebagai peluang profit asalkan dilakukan dengan cara disiplin dan penuh strategi tepat.
Salah satu strategi yang bisa digunakan oleh pelaku (trader ) adalah memperhatikan buying average saham, yaitu cara pembelian saham yang sama selama beberapa kali pada harga yang berbeda, lalu menghitung rata-rata pembeliannya (average price).
Strategi ini digunakan dengan tujuan sebagai berikut;
- Menurunkan harga rata-rata saat harga saham turun
- Mengelola risiko saat pembelian saham
- Mengoptimalkan posisi saat yakin dengan prospek sahamnya
Sementara itu, berikut kami berikan 5 saham listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang cocok untuk scalping!
BBCA — PT Bank Central Asia Tbk
Karena saham BBCA termasuk “big cap” dengan likuiditasnya yang sangat tinggi, maka scalper bisa masuk/keluar untuk posisi yang relatif cepat tanpa slippage besar. Pergerakannya sering menciptakan range intraday ketika ada reaksi terhadap berita makro atau sentimen perbankan, sehingga ada peluang micro moves beberapa kali dalam sesi.
INDF — PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
INDF adalah salah satu saham fast-moving di sektor consumer goods, sering mengalami reaksi harga intraday terhadap fluktuasi pasar umum dan data konsumsi. Volatilitas moderat namun sistematis membuatnya menarik untuk range trading dalam interval pendek. Sektor barang konsumsi primer cepat bereaksi pada sentimen pasar global dan domestik, cocok untuk quick trades berdasarkan level teknikal.
WMUU — PT Widodo Makmur Unggas Tbk
Perusahaan peternakan unggas terintegrasi ini menunjukkan pergerakan harga yang cukup volatil dan kuat secara intraday termasuk kenaikan signifikan beberapa sesi terakhir, sehingga memberi peluang short-term swings.
BBNI — PT Bank Negara Indonesia Tbk
BBNI termasuk saham perbankan yang likuiditasnya tinggi dan sering mengalami price swings keras antar sesi karena sentimen net buy/sell asing dan data ekonomi besar. Reaksi harga di saham bank sering over-respond terhadap indikator makro atau sentimen pasar umum, memberikan peluang scalper mencari micro reversal atau micro breakout dalam sesi.
PTRO — PT Petrosea Tbk
PTRO biasanya bergerak dinamis intraday, terutama ketika sektor energi & kontraktor mulai ramai ditransaksikan. Saat IHSG bergerak fluktuatif, saham semacam PTRO sering menunjukkan micro bounce atau retracement quick yang bisa dimanfaatkan scalper. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






