Mitrapost.com – Kondisi pasar pada awal bulan Maret 2026 menunjukkan pelemahan pada waktu pembukaan di pagi hari di level IHSG 8.092,90 dan berfluktuasi hingga berada di level 8.103,72 di pembukaan sesi pertama perdagangan hari ini.
Pelemahan indeks tersebut merupakan dampak tekanan jual global, terutama sentimen risk-off karena konflik geopolitik dan pelemahan pasar global. Tekanan jual ini menunjukkan kecenderungan bearish jangka pendek, setidaknya selama sesi perdagangan 2 Maret berlangsung.
Sementara itu, pelemahan pasar saham akibat konflik geopolitik berpotensi momentum koreksi lanjutan pada Selasa, 3 Maret 2026. Sentimen global memungkinkan potensi bearish hingga awal pekan berikutnya jika belum ada katalis positif baru.
Meski demikian, ada beberapa saham yang diperkirakan mengalami kenaikan harga pada perdagangan 3 Maret 2026 esok hari. Berikut kami rangkum 5 saham potensial yang bisa trader pertimbangkan!
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
Saham perusahaan BBRI berpotensi mengalami kenaikan harga hingga 4% – 7% pada perdagangan 3 Maret 2026. Berdasarkan fundamentalnya, BBRI memiliki likuiditas tinggi karena sering diperdagangkan, serta masuk indeks LQ45). Kinerja bank besar umumnya stabil.
MA20 dan MA50 berdekatan sebagai support area buy the dip setelah koreksi sesi 1. MACD menunjukkan momentum bearish moderat pada sesi awal, namun bisa berbalik arah jika terjadi rebound harga. RSI cenderung berada di zona netral, sehingga memberi ruang rebound (peluang naik setelah penurunan).
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
Saham perusahaan MDKA berpotensi mengalami kenaikan harga hingga 5% – 9% pada perdagangan 3 Maret 2026. Emiten pertambangan logam dengan volume perdagangan solid dan prospek pendapatan komoditas global. Likuiditas MDKA cukup tinggi, menjadi salah satu saham yang sering menjadi fokus investor ritel.
Jika harga mendekati support jangka menengah, MA akan berperan sebagai area rebound (pantulan). Setelah tekanan jual awal minggu, MACD bisa mendekati area oversold yang rawan rebound. RSI berpotensi netral, sehingga memberi peluang bounce back atau menjadi sinyal awal kenaikan baru.
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
Saham perusahaan TLKM berpotensi mengalami kenaikan harga hingga 3% – 6% pada perdagangan 3 Maret 2026. Perusahaan ini termasuk blue-chip defensif yang memiliki cash-flow stabil, cenderung tahan terhadap gejolak pasar jangka pendek.
Sinyal breakout dari MA jangka pendek setelah kondisi volatile, sehingga bisa menjadi sinyal rebound. Jika garis MACD membentuk bullish crossover setelah sesi tekanan, ini bisa jadi sinyal kuat. RSI menunjukkan sinyal rebound dari zona oversold atau ada ruang kenaikan lanjut.
PT Astra International Tbk (ASII)
Saham perusahaan ASII berpotensi mengalami kenaikan harga hingga 3% – 7% pada perdagangan 3 Maret 2026. PT Astra International merupakan salah satu perusahaan industri besar dengan diversifikasi bisnis dan likuiditas bagus, biasa menarik minat investor institusi dan domestik.
MA jangka pendek menunjukkan sinyal rebound jika IHSG stabil di sesi awal Selasa. Sementara, MACD menunjukkan momentum bisa berbalik arah jika tren turun jangka pendek melemah. Selain itu, masih ada ruang untuk naik jika RSI tidak berada di area overbought.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
Saham perusahaan BBCA berpotensi mengalami kenaikan harga hingga 4% – 8% pada perdagangan 3 Maret 2026. BBCA memiliki likuiditas tertinggi di BEI, sehingga sering jadi safe haven jika terjadi gejolak pasar. Kinerja keuangannya solid dan fundamental pertumbuhan laba perusahaan kuat.
MA menunjukkan rebound dari area support jangka menengah (di sekitar MA50), berpotensi menahan tekanan. Ada peluang MACD naik dari area oversold, menunjukkan sinyal momentum baru. RSI tidak terlalu overbought, sehingga ada ruang kenaikan. (*)

Redaksi Mitrapost.com






