IHSG Ditutup Melemah Tajam, Fokus Investor Diperkirakan Berada di 5 Saham dengan Likuiditas Besar

Mitrapost.com – Pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam 4,57% ke level 7.577,06, mencerminkan tekanan global dan domestik yang meningkat sepanjang sesi karena eskalasi geopolitik serta sentimen risiko yang mendominasi.

Semua sektor saham cenderung terkoreksi tajam, sementara beberapa saham top gainer justru berasal dari reaksi teknikal semata. Dalam konteks ini, sentimen pasar pada Jumat, 6 Maret 2026 kemungkinan masih berat.

Dengan adanya peluang konsolidasi sideways hingga rebound teknikal terbatas, fokus investor diperkirakan tetap pada saham dengan likuiditas besar dan fundamental defensif yang lebih tahan terhadap volatilitas.

BMRI – PT Bank Mandiri Tbk

BMRI memiliki basis fundamental yang kuat di sektor perbankan domestic dan dalam fase konsolidasi indeks yang masih sulit, saham bank besar sering menjadi area akumulasi teknikal saat sentimen stabil sedikit mereda.

Untuk itu, saham BMRI menutup perdagangannya di level Rp4.980 dengan targetnya mencapai Rp4.995 — Rp5.085. Likuiditas yang tinggi juga membantu aksi pembalikan harga moderat dibanding saham lain yang lebih berfluktuasi.

BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk

BBRI termasuk saham dengan sensitivitas terhadap sentimen domestik jangka pendek lebih rendah dibanding saham siklikal, karena segmentasi kredit ritel yang luas memberi dukungan permintaan dasar.

Di tengah tekanan indeks, saham bank besar sering terakumulasi secara teknikal sebagai safe-play relatif. Untuk itu, saham BBRI menutup perdagangannya di level Rp3.690 dengan targetnya mencapai Rp3.720 — Rp3.815.

UNVR – PT Unilever Indonesia Tbk

Saham konsumer primer seperti UNVR cenderung relatif defensif di pasar yang bearish atau konsolidatif karena permintaan barang kebutuhan pokok tetap ada. Untuk itu, saham ini menutup perdagangannya di level Rp1.935.

Dalam kondisi indeks turun tajam, saham seperti ini sering menjadi pilihan bagi investor yang mengutamakan stabilitas pendapatan daripada volatilitas harga. Oleh karena itu, saham UNVR diprediksi naik sebesar Rp1.955 — Rp2.000.

BBCA – PT Bank Central Asia Tbk

BBCA memiliki kapitalisasi pasar terbesar di sektor perbankan domestik, menjadikannya salah satu saham yang mudah dicairkan dengan volume tinggi. Untuk itu, saham BBCA menutup perdagangannya di level Rp6.875 dengan targetnya mencapai Rp6.930 — Rp7.081.

Ketika IHSG bergerak di zona risiko tinggi, saham likuid seperti BBCA cenderung mengungguli saham kurang likuid saat aksi akumulasi teknikal muncul, terutama jika sentimen risiko global sedikit membaik.

BUMI – PT Bumi Resources Tbk

Di tengah tekanan indeks yang lebih lebar, saham komoditas seperti BUMI sering menjadi target minat beli asing karena valuasi yang menarik setelah koreksi tajam, serta sensitivitas terhadap harga komoditas energi yang bisa rebound cepat.

Pergerakan ini cenderung lebih responsif pada sentimen eksternal positif ringan. Untuk itu, saham BBCA menutup perdagangannya di level Rp234 dengan targetnya mencapai Rp239 — Rp248. (*)

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati