Sinyal Rebound Setelah Tekanan Jual, Berikut 5 Saham Potensial untuk Scalping

Mitrapost.com Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pembukaan hari ini, Kamis (5/3/2026), hari ini menunjukkan penguatan hingga mencapai level 7.695,35. Kondisi pasar ini menunjukkan rebound awal setelah pada penutupan sebelumnya mengalami tekanan jual.

Penguatan pada IHSG ini bisa jadi sinyal technical rebound sementara karena pasar mulai pulih. Ini bukan berarti tren jangka panjang sudah berubah. Meski tren jangka panjang belum sepenuhnya jelas, kondisi ini potensial untuk scalping atau trading intraday.

Gunakan timeframe 1–5 Menit untuk menangkap momentum cepat di pasar yang volatile. Selain itu, tentukan level support dan resistance untuk melakukan Buy (saat harga mendekati support) dan Sell (saat harga mendekati resistance). Selain itu, gunakan indikator tambahan, seperti RSI dan EMA Crossover.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

Bank BCA merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia dengan likuiditas saham tinggi dan masuk LQ45, sehingga spread relatif kecil dan transaksi ramai. Pertumbuhan kredit dam laba bersih meningkat. Kondisi ini cocok untuk scalping karena volatilitas intraday lebih jelas.

MACD/EMA sering menunjukkan sinyal beli/jual berulang, dan RSI harian kemungkinan menunjukkan oversold jangka pendek, cocok untuk scalping jika breakout cepat muncul. Support estimasi di level 6.800 hingga 6.900 dan Resistance sekitar 7.000 hingga 7.100.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

BBRI termasuk emiten bank besar dengan transaksi saham besar, dan spread umumnya rapat di sesi aktif. Meski labanya sempat turun, BBRI tetap memiliki fundamental kuat secara vertikal di segmen UMKM dan permodalan relatif sehat.

Banyak scalper memantau BBRI karena RSI sering bolak-balik antara area 40–60 intraday, artinya netral. EMA crossover sering terjadi dalam time frame pendek ketika pasar IHSG aktif. Support berada di antara 3.700–3.850, sementara Resistance 3.950–4.050.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)

Bank BNI memiliki volume transaksi tinggi, sehingga spread relatif rendah. Kinerja laba sedikit turun, namun likuiditas portofolio kredit membaik. Kondisi ini menunjukkan stabilitas dana.

Volatilitas saham BBNI sering moderat–tinggi intraday sehingga RSI dan MACD memberikan sinyal perdagangan (Sell) cukup sering. Rentang Support berada di 3.950–4.050, sementara Resistance 4.150–4.250.

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)

PT Energi Mega Persada merupakan perusahaan dengan market cap relatif kecil, namun volatilitas tinggi. Laba bersih tahun 2025 meningkat 21% dibandingkan 2024, menunjukkan kinerja keuangan membaik.

Volatilitas tinggi menunjukkan lebih banyak whipsaw dan berpotensi sinyal beli/jual palsu, sehingga perlu manajemen risiko ketat. EMA 20 di atas EMA 50, menunjukkan tren jangka pendek yang bullish di beberapa sesi. RSI bisa menunjukkan momentum kuat tapi sering fluktuatif. Support menunjukkan rentang 1.900–2.000 dan Resistance berada di rentang 2.200–2.300.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

Perusahaan pertambangan/logam ini relatif besar dan volatile, dengan volume transaksi cukup tinggi. Analisis fundamental menunjukkan laba positif berturut-turut dan ekspansi segmen nikel/emas.

Berdasarkan indikator teknikal harian, RSI saat ini netral (42) dan MACD cenderung menandakan area sell, artinya ada potensi rebound setelah oversold. MA/EMA pada time frame pendek dapat sering memberikan sinyal buy/sell intraday. Support di rentang 4.200–4.300, sementara Resistance 4.400–4.500. (*)

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati