Mitrapost.com – Satu korban lagi ditemukan tewas tertimpa longsoran sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Total korban meninggal dunia sampai saat ini berjumlah lima orang.
Humas Kantor SAR Jakarta, Ramli Prasetyo mengatakan, setelah dievakuasi, jasad korban langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.
“Sekitar pukul 12.05 WIB satu korban kembali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dibawa menuju RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi,” kata Ramli Prasetyo, Senin (9/3/2026), dikutip Detik.
Selanjutnya, tim SAR gabungan terus melakukan pencatatan terhadap para korban hilang, dan melakukan pencarian di sekitar lokasi. Upaya pencarian dilakukan dengan menerjunkan sejumlah 336 personel dan alat berat.
Tim gabungan dari unsur TNI-Polri, BPBD Kota Bekasi dan BPBD DKI Jakarta, Basarnas Kota Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup, Damkar Kota Bekasi, PMI, relawan, hingga aparat Kecamatan Bantargebang dan Kelurahan Sumur Batu.
“Jumlah korban masih terus dalam pendataan berdasarkan keterangan saksi dan pihak keluarga yang kehilangan anggotanya,” ucap dia.
“Para personil SAR gabungan melakukan Pembukaan akses dengan menggunakan alat berat seperti beko dan pengerahan K9 untuk mencari tanda-tanda adanya korban,” lanjutnya.
Diberitakan sebelumnya, kejadian longsor sampah di TPST Bantargebang pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Menurut saksi yang melakukan kontrol keamanan, gunungan sampah tiba-tiba runtuh, kemudian menimbun warung dan sejumlah truk sampah.
“Saksi mendengar teriakan warga mengenai adanya longsor, kemudian melihat gunungan sampah tiba-tiba runtuh menutup jalan serta menimpa warung dan beberapa truk sampah,” ujar Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo.
Sementara, empat korban yang tewas lainnya diketahui merupakan dua orang sopir truk masing-masing berinisial DS (22) dan IS (40), satu orang pedagang kopi inisial S (60), serta pemulung inisial EW (26). (*)

Redaksi Mitrapost.com






