Mitrapost.com – Pagi ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa, 10 Maret 2026 tepatnya pukul 09:24 WIB menunjukkan adanya penguatan yang terlihat di poin 129,99 atau sebesar 1,77% ke level 7.467,36.
Penguatan yang ditandai dengan zona hijau dianggap aman dan positif untuk melakukan transaksi perdagangan saham (trading), berdasar pada salah satu metode yang digunakan yaitu scalping atau strategi berjangka sangat pendek guna mengambil keuntungan skala kecil namun cepat.
Hal ini sesuai dengan pergerakan harga saham pada hari yang sama. Salah satu strategi yang bisa digunakan oleh trader adalah memperhatikan buying average saham atau cara pembelian saham yang sama dalam beberapa kali di harga yang beda, lalu menghitung rata-rata pembeliannya (average price).
Strategi ini digunakan dengan tujuan sebagai berikut;
- Menurunkan harga rata-rata saat harga saham turun
- Mengelola risiko saat pembelian saham
- Mengoptimalkan posisi saat yakin dengan prospek sahamnya
Sementara itu, berikut kami berikan 5 saham listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang cocok untuk scalping!
BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk
BBRI merupakan salah satu saham paling likuid di BEI, dengan frekuensi transaksi dan volume yang sangat besar setiap sesi. Saham bank besar sering mengalami fluktuasi intraday mengikuti pergerakan IHSG dan arus dana asing, sehingga memunculkan peluang quick rebound atau pullback.
BBCA — PT Bank Central Asia Tbk
BBCA adalah saham blue-chip dengan kapitalisasi besar dan likuiditas sangat tinggi di pasar. Pergerakan BBCA sering mencerminkan sentimen keseluruhan sektor perbankan, sehingga ketika IHSG bergerak fluktuatif, saham ini biasanya ikut membentuk range intraday yang aktif.
BIPI – PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk
BIPI bergerak di sektor infrastruktur energi dan pertambangan, sektor yang sering mengalami volatilitas tinggi karena sentimen komoditas. Saham ini sering menunjukkan lonjakan volume mendadak yang memicu pergerakan harga cepat dalam satu sesi.
ESSA – PT ESSA Industries Indonesia Tbk
ESSA bergerak di sektor energi dan kimia (amonia dan LPG) yang sensitif terhadap perubahan sentimen energi global. Saham ini sering memiliki pergerakan intraday cukup aktif ketika sektor energi atau komoditas ramai diperdagangkan. Volatilitas moderat dengan volume stabil membuatnya menarik untuk scalping berbasis breakout kecil atau pullback cepat.
RMKO – Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk
RMKO bergerak di jasa kontraktor pertambangan, sektor yang sering mengikuti dinamika industri batu bara dan komoditas. Saham ini memiliki range harga intraday yang relatif lebar dibanding beberapa saham sektor sejenis. Aktivitas trader jangka pendek sering membuat saham ini mengalami spike volume yang cocok untuk strategi scalping. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






