Mitrapost.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Instudia menyelenggarakan pelaksanaan ujian bahasa Jerman level A1 yang diikuti oleh sebanyak 350 peserta.
Kegiatan yang menjadi pelaksanaan ujian bahasa Jerman luring terbesar yang pernah digelar di satu lokasi di Jawa Barat ini merupakan bagian dari upaya penyiapan tenaga kerja terampil terkait kesiapan menembus pasar kerja di Jerman.
Dari sebanyak 350 peserta, 325 di antaranya merupakan peserta inti yang lolos seleksi ketat melawan lebih dari 7.300 pendaftar di seluruh Provinsi Jawa Barat. Sementara sisanya, adalah peserta cadangan yang disiapkan untuk menjaga kesinambungan program.
Melansir dari Detik, Kepala Disnakertrans Jawa Barat, I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka, menegaskan bahwa pelatihan bahasa Jerman menjadi sebuah strategi konkret pemerintah daerah (pemda) untuk membuka peluang kerja internasional bagi generasi muda.
Menurutnya, negara Jerman saat ini tengah mengalami kekurangan tenaga kerja dalam jumlah besar sehingga membuka peluang bagi tenaga kerja asing, termasuk salah satunya dari wilayah Republik Indonesia (RI).
“Pada Februari 2026 kemarin Indonesia baru saja menandatangani nota kesepahaman untuk menempatkan sekitar 4.000 tenaga kerja di berbagai sektor strategis. Sebagai provinsi dengan jumlah angkatan kerja tertinggi di Indonesia, ini menjadi peluang strategis,” jelas Kim Fajar.
Di antara salah satu bidang yang paling membutuhkan tenaga kerja terdapat pada sektor kesehatan, khususnya bagi tenaga perawat. Selain itu, sektor hospitality dan pariwisata juga tengah membutuhkan tenaga layanan, sektor teknologi informasi memerlukan spesialis IT dan pengembang perangkat lunak, serta ada pula sektor industri, logistik, hingga konstruksi. (*)

Redaksi Mitrapost.com






