Kulineran di Pati, Jangan Lewatkan Sensasi Cicip Makanan Tempo Dulu di Alun-alun Kembang Joyo

Pati, Mitrapost.com Di tengah ramainya perkotaan, sebuah lapak sederhana berdiri di kawasan Alun-alun Kembang Joyo Pati. Tempat itu diberi nama ‘Lapak Jadul Ma’e’, yang menyajikan makanan tempo dulu khas Kabupaten Pati.

Hidangan yang disajikan merupakan makanan khas Kabupaten Pati mulai dari sego jagung, sayur pokak dan lompong, botok yuyu, botok udang dan pepes ikan wader kali.

Salah satu pembeli dari Pucakwangi, Syaiful mengaku mengetahui adanya ‘Lapak Jadul Ma’e’ ini dari media sosial. Syaiful tak menyangka di kawasan Alun-alun Kembang Joyo Pati ini ada sebuah lapak yang menyajikan makanan tempo dulu.

“Alhamdulillah tahunya dari medsos Facebook, TikTok. Ternyata di tengah-tengah Alun-alun Kembangjoyo ada kuliner jadul yang unik di Pati,” ujar Syaiful ditemui di lokasi, Selasa (31/03/2026) sore.

Ia menyebut telah mencicipi nasi jagung hingga botok yuyu. Selain itu, ia juga mencicipi minuman dari bunga telang. Ia mengaku, rasa makanan dan minumannya enak, ditambah harganya juga murah.

“Makananya ada nasi jagung terus botok Yuyu, botok udang dan ada sayur terus minumnya es bunga telang. Dan suasananya juga warungnya pakai dinding bambu, ini sangat menarik sekali,” terang dia.

Penjual makanan, Ratna Septi Anggrahenie mengatakan bahwa baru satu minggu ini ‘Lapak Jadul Ma’e’ buka. Lapaknya buka setiap hari kecuali hari Kamis dan Jumat mulai pukul 16.00 sampai 21.00 WIB.

Ratna menyebut, ‘Lapak Jadul Ma’e’ ini sengaja dikonsep untuk menaikkan kembali makan-makanan tempo dulu yang ada di Kabupaten Pati.

“Jadi konsep kami itu kepingin mengunggah makanan-makanan tempo dulu di luar soto kemiri sama sego gandul yang asli khas di sini itu apa, itu kita unggah,” ujar Ratna.

“Ini khas Pati Selatan sego jagung (brabuk), terus ini pelengkapnya biasanya ada sayur pokak sama lompong, ini ada botok yuyu, botok udang semuanya kita unggah di sini termasuk itu pepes dari wader kali,” dia menambahkan.

Ke depan, Ratna bersama dua temannya rencana bakal menyajikan makanan khas di Bumi Mina Tani yang sudah mulai hilang, salah satunya tebu telur dan ayam kodok.

“Nanti ke depan makanan-makanan yang sudah hilang dari Pati termasuk ada tebu telur, terus ada ayam kodok, orang kan mikirnya kodok, enggak benar-benar ayam cuman diolah kayak otak-otak gitu,” jelasnya.

Selain dikonsep dengan sederhana, makanan yang tersedia di ‘Lapak Jadul Ma’e’ ini harganya juga sangat murah yaitu paling tinggi Rp5.000. Setiap harinya, lapak miliknya rata-rata bisa menghabiskan 2 kilogram salah satunya seperti botok.

“Pokoknya kita itu harga bandrol desa itu Rp5.000 terjangkau. Ada es teh, ada es telang, kunir asem,” pungkasnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati