BRIN Ungkap Bahaya Ikan Sapu-Sapu yang Rusak Ekosistem, Pramono Anung Instruksikan Upaya Pengendalian

Mitrapost.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia (BRIN RI) mengungkap adanya bahaya yang ditimbulkan oleh ikan sapu-sapu di perairan Indonesia yang mampu memunculkan potensi perusakan ekosistem.

Dalam hal ini, ikan sapu-sapu merupakan salah satu jenis ikan introduksi atau pendatang yang memiliki sifat invasif (organisme non-lokal yang merusak ekosistem), sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) 19 tahun 2020.

“Ikan sapu-sapu sudah termasuk mencemari perairan karena sifatnya merusak dan reproduksinya tinggi, merusak jaring nelayan, melubangi pinggiran sungai atau danau,” jelas Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Gema Wahyu Dewantoro, dikutip dari Detik.

Menurut Gema, ikan sapu-sapu mampu menggeser populasi ikan asli meskipun jenis tersebut bukanlah seekor predator. Daging ikan sapu-sapu yang diduga mengandung logam berat tercatat memberi dampak negatif bagi kesehatan, apabila dikonsumsi dalam jangka panjang.

Atas kondisi tersebut, Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta), Pramono Anung memberi instruksi kepada seluruh wali kota untuk turun tangan dalam upaya pengendalian ikan sapu-sapu di wilayahnya.

Bahkan, pihaknya juga mengaku akan melakukan gelaran rapat secara khusus bersama dengan seluruh wali kota dalam rangka pembahasan penanganan ikan sapu-sapu.

“Dalam waktu dekat ini Pemerintah DKI Jakarta akan mengadakan rapat khusus mengenai ikan sapu-sapu karena saya akan minta seluruh wali kota untuk menangani ini,” ungkap Pramono di Jakarta Timur, dikutip Rabu (15/04/2026). (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati