Pati, Mitrapost.com – Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Joni Kurnianto menyoroti kondisi Alun-alun Kembang Joyo yang dinilai memprihatinkan.
Alun-alun Kembang Joyo yang berlokasi di Kelurahan Kalidoro, Kecamatan Pati itu saat ini masih sepi pengunjung. Dimana hanya 22 Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menempati lokasi tersebut. Padahal, sebelumnya, tercatat ada 360 PKL yang berjualan di kawasan tersebut.
Oleh karena itu, pihaknya mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk memberikan perhatian lebih kepada tempat tersebut.
Pemkab perlu memikirkan cara agar masyarakat tertarik untuk berkunjung ke lokasi tersebut, sehingga para PKL tak merugi ataupun memilih pergi.
“Contohnya di Pati itu Alun-alun Kembang Joyo, harus kita lestarikan dan kita perbaiki lagi. Dulu 360 PKL sekarang 22 PKL,” ujar Joni.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pemeliharaan Alun-alun Kembang Joyo yang dirasa kurang lantaran tidak ada petugas kebersihan maupun teknisi lampu di kawasan tersebut.
Ia menegaskan bahwa hal tersebut seharusnya merupakan tanggung jawab OPD untuk menyediakannya.
“Di Kembang Joyo tidak ada tukang bersih-bersih, itu tidak ada. Tidak ada tukang teknisnya untuk memperbaiki lampu, tidak, segala macem, ini seharusnya dinaungi oleh OPD terkait,” jelas dia.
Selain itu, Joni juga menyoroti kinerja Pemkab Pati yang selama ini hanya membuat kegiatan simbolis, akan tetapi tidak berkelanjutan terhadap keberlangsungan PKL.
“Jadi pemerintah ini jangan menjadikan PKL itu hanya simbolis ataupun pencitraan. Jadi betul-betul harus dirawat dan diberdayakan, karena apa PKL ini penumpang ekonomi Indonesia,” ucapnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






