Pati, Mitrapost.com – Kabupaten Pati, Jawa Tengah masih kekurangan Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) di eks Kawedanan Tayu dan Jakenan. Hal itu menyebabkan proses pemadaman api di wilayah tersebut dinilai belum optimal.
Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Narso menjelaskan bahwa kekurangan Pos Damkar di dua titik lokasi tersebut dikarenakan anggaran pengadaan di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Pati tidak mencukupi.
Guna mengoptimalkan pemadaman api di Kecamatan Tayu, tambah dia, Damkar Pati meminta bantuan kepada Pabrik Gula Pakis, Kecamatan Tayu.
“Kalau sekarang teman-teman di Satpol PP sudah melakukan koordinasi. Selain kalau untuk yang eks Kawedanan Tayu koordinasinya dengan PG Pakis,” ujar Narso.
Sementara, untuk mengoptimalkan pemadaman api di wilayah Jakenan dan sekitarnya, Damkar Pati melakukan koordinasi dengan Pos Juwana.
Meskipun demikian, pemadaman itu dinilai belum optimal. Menurutnya, setiap wilayah Pati harus ada Pos Damkar.
“Tidak bisa terus-terusan minta tolong. Pemkab harus menyediakan,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pati, Tri Wijanarko mengaku bahwa bidang Damkar baru memiliki 3 pos. Menurutnya, jumlah itu dinilai belum ideal melihat kondisi wilayah Pati yang cukup luas.
“Memang idealnya di Kabupaten Pati ada 5 Pos Damkar, yang mewakili masing-masing eks kawedanan,” ujar dia.
Adapun tiga Pos Damkar itu berada di Pati Kota, Juwana dan Kayen. Untuk Pos Pati Kota mencakup eks Kawedanan Pati, dan dibantu Juwana dan Kayen, Pos Juwana mencakup wilayah sekitar Juwana dan Pati wilayah Utara serta Pos Kayen mencakup wilayah sekitar Kayen dan Pati Selatan.
Kurangnya Pos Damkar di eks Kawedanan Tayu dan Jakenan, pihaknya mengaku telah mengusulkan. Namun dengan keterbatasan anggaran hingga saat ini belum terlaksana.
“Untuk pengusulan pos Damkar Tayu dan Jakenan, sudah kami sampaikan atau usulkan, tapi karena keterbatasan anggaran, masih belum bisa terlaksana,” pungkasnya. (Adv)

Wartawan Mitrapost.com






