Mitrapost.com – Kasus Hantavirus ditemukan di Provinsi Banten untuk pertama kali pada November 2025 lalu.
Meski pasien kini sudah sembuh, namun pengawasan di pintu masuk wilayah tetap diperketat.
“Kasus Hantavirus pertama kali ditemukan di Provinsi Banten pada bulan November tahun 2025 sebanyak satu orang, kondisi saat ini sudah sembuh,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti dilansir dari Kompas.
Gejala pasien yaitu demam, sakit kepala, nyeri otot, lemas, hingga gejala kuning di kulit.
“Gejala yang dialami pasien meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot terutama di bagian betis, lemas, mual hingga muntah. Selain itu, muncul gejala kuning pada kulit,” paparnya.
Kasus yang ditemukan di Banten termasuk tipe Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS). Dimana faktor risiko utama berasal dari kontak langsung dengan tikus.
“Pasien sudah ditangani sesuai prosedur hingga sembuh. Hasil penyelidikan epidemiologi menunjukkan tidak ada kontak erat yang terinfeksi hingga saat ini,” paparnya.
Orang yang kontak dengan pasien juga ditelusuri. Agar kasus baru tak muncul, pihak pemerintah juga mengawasi ketat pintu masuk wilayah, baik di bandara maupun pelabuhan.
Selain itu, fasilitas kesehatan diminta untuk waspada akan pasien dengan gejala suspek Hantavirus.
RSUD Kabupaten Tangerang juga disiapkan sebagai rumah sakit rujukan.(*)

Redaksi Mitrapost.com






