Mitrapost.com – Penemuan 11 bayi di sebuah rumah yang berlokasi di Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih menjadi misteri.
Kondisi tiga bayi dari puluhan bayi yang ditemukan mengalami masalah kesehatan yaitu sakit kuning, hernia, dan kelainan jantung bawaan. Tiga bayi tersebut telah mendapatkan pemeriksaan medis. Satu bayi telah bersama dengan ibunya.
“Tiga bayi tersebut mengalami sakit kuning, hernia dan kelainan jantung bawaan,” ujar Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Mateus Wiwit Kustiyadi dilansir dari Kompas.
Guna mengungkap kasus ini, Polresta Sleman pun telah membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan.
“Kami membentuk satu tim khusus untuk penanganan ini, sehingga sangat hati-hati, dan untuk temuan-temuan masih kami kumpulkan semuanya,” ujarnya.
Hingga kini, masih belum ada tersangka yang ditetapkan karena kasus masih didalami.
“Kita masih penyelidikan ya, jadi belum ada status apa pun dalam hal itu. Kalau lidik itu belum ada status saksi ataupun status apa pun,” jelasnya.
Penyelidikan dilakukan untuk mendalami kemungkinan adanya pelanggaran praktik ilegal seperti adopsi ilegal hingga jual beli bayi atau dugaan penelantaran dan salah pengasuhan.
Diketahui, tempat ditemukannya bayi tersebut diduga dikelola oleh seorang bidan berinisial ORP. Namun belum ada bukti yang ditemukan.
“Hingga saat ini belum ditemukan indikasi adopsi ilegal maupun jual beli bayi. Jika nanti ditemukan pelanggaran hukum, pasti akan kami proses sesuai aturan,” jelasnya.
Polisi juga menggandeng Dinkes, Puskesmas, hingga Ikatan Bidan Indonesia (IBI) untuk menelusuri dugaan ketidaksesuaian layanan yang dilakukan sang bidan.
Kini ada 9 bayi yang dalam pengasuhan Dinsos dan bisa dijenguk orang tuanya. Sedangkan dua bayi diambil orang yang mengaku sebagai orang tua. Polisi sendiri masih membahas proses pengembalian bayi ke orang tua.
“Hingga saat ini, belum ada keputusan mengenai waktu maupun syarat pengembalian anak,” paparnya.
“Kami sangat berhati-hati agar anak-anak ini tidak mengalami gangguan psikologis akibat penanganan kasus ini. Kami tetap mengedepankan misi kemanusiaan demi masa depan mereka,” lanjutnya.
Sebelumnya, petugas gabungan mengevakuasi sebanyak 11 bayi dari rumah di Hargobinangun, Pakem, Sleman, pada Jumat (8/5/2026).
Para bayi yang ditemukan berusia di kisaran satu hingga 10 bulan. Dugaan sementara, bayi tersebut dititipkan di tempat penitipan tak resmi. Bayi tersebut diduga hasil hubungan tak resmi orang tua bayi yang diduga berstatus mahasiswa dan pekerja muda. (*)

Redaksi Mitrapost.com
