IHSG Melanjutkan Tren Negatif Sebelumnya, Saham Ini Berpeluang Micro Swing Intraday untuk Scalping

Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke zona merah dengan penurunan indeks mencapai sebesar 0,29% atau 18,47 poin ke posisi 6.352,20. Tekanan yang terjadi saat ini melanjutkan tren negatif sebelumnya lantaran didorong oleh sentimen global dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Meski traffic ditandai dengan zona merah, aktivitas pembelian saham (trading) bagi pelaku yang ingin bertransaksi tetap dapat dijalankan sebagaimana mestinya, sekalipun menggunakan metode scalping atau jangka pendek.

Justru, metode ini dijadikan sebagai salah satu pilihan untuk melakukan transaksi di tengah kondisi tersebut, karena tingginya volatilitas ketika pasar menurun justru dapat dijadikan sebagai peluang profit asalkan dilakukan dengan cara disiplin dan penuh strategi tepat.

Salah satu strategi yang bisa digunakan oleh pelaku (trader ) adalah memperhatikan buying average saham, yaitu cara pembelian saham yang sama selama beberapa kali pada harga yang berbeda, lalu menghitung rata-rata pembeliannya (average price).

Strategi ini digunakan dengan tujuan sebagai berikut;

  • Menurunkan harga rata-rata saat harga saham turun
  • Mengelola risiko saat pembelian saham
  • Mengoptimalkan posisi saat yakin dengan prospek sahamnya

Sementara itu, berikut kami berikan 5 saham listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang cocok untuk scalping!

BUMI – PT Bumi Resources Tbk

Dalam kondisi IHSG melemah seperti hari ini, saham BUMI sering mengalami pergerakan cepat di dua arah akibat kombinasi aksi jual panik dan technical rebound, sehingga menciptakan banyak peluang quick trade berbasis momentum maupun reversal intraday.

Selain itu, alasan mendasar mengapa BUMI cocok untuk scalping juga karena menjadi salah satu saham dengan aktivitas transaksi paling tinggi di pasar dan memiliki karakter volatilitas yang agresif.

BBCA – PT Bank Central Asia Tbk

Ketika IHSG dibuka turun signifikan, BBCA sering mengalami fase oversold intraday yang kemudian diikuti pantulan teknikal cepat, sehingga cocok untuk strategi scalping berbasis pullback dengan risiko yang relatif lebih terukur dibanding saham volatil kecil.

Sebagai saham big cap dengan likuiditas terbesar di BEI, pergerakan BBCA juga terlihat sangat responsif terhadap tekanan pasar dan arus dana asing sehingga menarik untuk scalping.

AADI – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk

Dalam kondisi pasar yang melemah, saham energi seperti AADI yang masih aktif diperdagangkan dan sensitif terhadap sentimen komoditas sering menunjukkan volatilitas intraday tinggi dengan pergerakan cepat mengikuti perubahan sentimen sektor, sehingga membuka peluang breakout maupun rebound teknikal jangka pendek.

BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

BBRI disebut menarik untuk scalping karena memiliki frekuensi transaksi yang sangat tinggi dan biasanya menjadi salah satu saham yang paling aktif diperdagangkan ketika IHSG bergejolak.

Kemudian, tekanan jual asing yang masih berlanjut juga membuat saham ini rawan mengalami panic sell di awal sesi lalu diikuti technical rebound, sehingga memberikan peluang trading cepat di area support intraday.

BUVA – PT Bukit Uluwatu Villa Tbk

Dalam kondisi IHSG melemah signifikan, saham seperti BUVA dengan volatilitas tinggi dan sering bergerak agresif ketika pasar sedang aktif biasanya mengalami lonjakan volume dan pergerakan harga yang tajam akibat aktivitas spekulatif trader jangka pendek, sehingga ideal untuk strategi momentum scalping maupun range trading cepat. (*)

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati