IHSG Dibuka Melemah, Apakah Potensial untuk Scalping?

Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka anjlok di level 5.482, 48 pada awal minggu ini. Pelemahan ini disebabkan karena adanya tekanan aksi jual asing, serta faktor-faktor lain, seperti melemahnya rupiah, yang menimbulkan sentimen negatif di pasar saham Indonesia.

Kondisi ini menyebabkan volatilitas tinggi dan ada beberapa saham yang terkoreksi tajam. Meski demikian, volume dan frekuensi transaksi justru meningkat. Trader bisa melakukan scalping dengan memanfaatkan peluang rebound untuk mendapatkan keuntungan berulang.

5 Saham Potensial untuk Scalping Hari Ini

Bank Central Asia Tbk (BBCA)

Secara fundamental, perusahaan perbankan ini memiliki kinerja keuangan stabul, didukung kualitas aset dan profitabilitas yang kuat. Likuiditas BBCA juga tinggi dan termasuk ke dalam saham dengan nilai transaksi terbesar di BEI. Saham ini juga jadi favorit investor institusi dan asing. Harga BBCA sering bergerak di area netral (45–65), cocok untuk range trading. Sell saat mendekati resistance harian atau RSI mendekati 70.

Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

Pertumbuhan kredit dan laba bank BRI masih menjadi daya tarik utama. BBRI juga menjadi salah satu saham paling likuid di BEI, sehingga sering menjadi target transaksi asing dan institusi. Harga BBRI sering berada di area 45–60 sebelum bergerak lebih kuat. Buy saat pullback, kemudian sell saat mendekati resistance atau ketika volume mulai berkurang setelah kenaikan.

Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)

Likuiditas BMRI sangat tinggi, didukung kinerja laba dan kredit perusahaan yang masih kuat. Secara teknikal, harga BMRI sering terjadi crossing EMA pendek yang menciptakan peluang trading cepat, serta merespon terhadap momentum. Range harganya bergerak di area 50–65 saat tren menguat. Jual saham saat mendekati resistance berikutnya atau RSI memasuki area jenuh beli.

Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)

Likuiditas TPIA tinggi didukung sentimen ekspansi petrokimia dan infrastruktur energi. TPIA Menjadi salah satu saham yang sering menarik perhatian trader momentum. Analisis teknikal menunjukkan tren jangka pendek yang cenderung bullish dan momentum kenaikan sering terkonfirmasi. Tingkat harga berada di area netral menuju overbought saat tren aktif.

Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)

Likuiditas CUAN tinggi, sehingga sering menjadi pusat perhatian market. Hal ini turut didukung sentimen sektor energi dan grup konglomerasi. Pergerakan harga relatif agresif dibanding saham bank lainnya. Harga CUAN sering bergerak mendekati overbought, sehingga rawan profit taking. Di sisi lain, ini juga menandakan bahwa momentum bullish sedang sangat kuat. (*)

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati