Untuk perdagangan Kamis (11/06/2026), pasar berpotensi bergerak lebih selektif dengan kecenderungan melanjutkan fase pemulihan, namun disertai potensi profit taking pada sejumlah saham yang telah melonjak tajam dalam dua sesi terakhir.
TPIA – PT Chandra Asri Pacific Tbk
Fenomena lonjakan volume yang besar menunjukkan masuknya kembali dana institusi ke saham siklikal yang sebelumnya mengalami tekanan berat. Hal tersebut menjadi TPIA sebagai salah satu saham dengan aktivitas transaksi dan frekuensi perdagangan tertinggi pada sesi rebound ini, dengan penutupan Rp1.955.
Secara kontekstual, TPIA juga diuntungkan oleh meningkatnya optimisme terhadap pemulihan aktivitas industri dan proyek hilirisasi domestik. Dengan likuiditas yang masih sangat tinggi, saham ini berpeluang tetap menjadi pusat perhatian trader maupun investor jangka pendek. Hal ini membuatnya diprediksi naik Rp2.033 — Rp2.150.
TLKM – PT Telkom Indonesia Tbk
Setelah mengalami koreksi cukup dalam selama beberapa pekan, valuasi TLKM kembali menarik bagi investor yang mencari emiten defensif dengan arus kas kuat. Kemudian, TLKM yang termasuk motor utama penguatan indeks pada sesi sebelumnya menutup perdagangannya di angka Rp2.620.
Selain itu, karakteristik bisnis telekomunikasi yang relatif stabil membuat TLKM sering menjadi tujuan rotasi dana ketika pasar mulai memasuki fase pemulihan. Momentum teknikal yang terbentuk pada 9 Juni masih berpotensi berlanjut sepanjang sentimen pasar tetap kondusif, dengan prediksi kenaikan Rp2.698 — Rp2.829.
ANTM – PT Aneka Tambang Tbk
Pada perdagangan 9 Juni, saham ini masuk kelompok dengan aktivitas transaksi dan frekuensi tinggi, menunjukkan adanya akumulasi yang cukup kuat. ANTM memperoleh dukungan dari kombinasi sentimen pemulihan pasar dan ekspektasi jangka panjang terhadap rantai pasok kendaraan listrik serta hilirisasi nikel nasional.
Di tengah penguatan sektor bahan baku yang memimpin kenaikan IHSG, ANTM memiliki peluang mempertahankan momentum relatif lebih baik dibanding sebagian saham komoditas lainnya, yang terbukti menutup perdagangannya di angka Rp2.880, dengan proyeksi kenaikan pada rentang Rp2.966 — Rp3.139.
BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Pada fase rebound pasar, saham bank besar biasanya menjadi tujuan utama aliran dana karena likuiditas tinggi dan fundamental yang kuat. Aktivitas transaksi BBRI termasuk yang terbesar di bursa pada 9 Juni, menunjukkan bahwa investor institusi kembali membangun posisi setelah koreksi sebelumnya.
Selama tidak terjadi perubahan sentimen makro yang signifikan, BBRI yang menjadi representasi utama pemulihan sektor perbankan Indonesia berpotensi melanjutkan penguatan secara lebih terukur, terbukti menutup perdagangannya di angka Rp2.790, dengan proyeksi kenaikan pada rentang Rp2.846 — Rp2.957.
BRPT – PT Barito Pacific Tbk
Perlu diketahui, BRPT muncul sebagai salah satu top gainers di kelompok saham berkapitalisasi besar selama reli pasar 9 Juni. Kenaikan ini tidak hanya didorong faktor teknikal setelah koreksi panjang, tetapi juga karena eksposur perusahaan terhadap bisnis energi dan petrokimia yang kembali menarik perhatian investor.
Volume transaksi yang meningkat tajam menunjukkan bahwa pergerakan BRPT didukung partisipasi pasar yang luas. Selama arus dana ke saham-saham konglomerasi dan energi masih berlanjut, BRPT yang sempat menutup perdagangannya Rp1.660, berpeluang mencatat volatilitas yang relatif tinggi pada rentang Rp1.726 — Rp1.826. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






