Mitrapost.com – Sejumlah saham menguat setelah adanya rebound pada 10 Juni 2026. Sejumlah sektor seperti keuangan, energi, infrastruktur, serta bahan baku, masih menjadi penggerak utama kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Meski demikian, masih ada aksi jual oleh investor asing, sehingga tren kenaikan belum aman. Kondisi ini memungkinkan trader melakukan scalping saham karena volatilitas masih tinggi dan fokus pada saham-saham likuid dan memiliki volume transaksi tinggi.
5 Saham Berpotensi untuk Scalping Hari Ini
Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
Likuiditas saham termasuk tinggi, didukung sentimen ekspansi petrokimia dan infrastruktur energi. Saham TPIA menjadi salah satu saham unggulan grup Barito. Arah harga masih positif, menunjukkan momentum masih terjaga. Buy saat pullback dengan volume mengecil atau sell saat mendekati resistance harian atau harga sudah overbought (RSI lebih dari 70).
Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
Pergerakan harga sangat responsif terhadap sentimen energi dan konglomerasi, dan sering menjadi top mover harian. Harga CUAN menunjukkan bullish agresif, serta sering masuk area overbought dalam waktu singkat. Buy saat breakout resistance intraday dengan volume besar atau sell secara bertahap saat RSI >70 atau volume mulai turun.
Bumi Resources Tbk (BUMI)
BUMI merupakan salah satu saham dengan volume transaksi tertinggi di BEI, sehingga termasuk saham likuid di BEI. Saham ini sangat aktif diperdagangkan trader harian. Harga BUMI responsif terhadap perubahan momentum, serata cepat bergerak dari oversold ke overbought. Buy saat breakout area konsolidasi dengan volume tinggi atau sell cepat saat muncul RSI mendekati 70.
Aneka Tambang Tbk (ANTM)
Likuiditas ANTM termasuk tinggi, didukung bisnis emas dan nikel yang masih menarik bagi pasar. Secara teknikal, tingkat harga menunjukkan tren masih sehat. Buy saat pullback ke support intraday, sell dekat resistance atau mendekati area overbought.
Bank Central Asia Tbk (BBCA)
Likuiditas BBCA sangat tinggi, karena termasuk saham dengan nilai transaksi terbesar di BEI dan menjadi favorit investor asing. Fundamental perusahaan didukung kinerja keuangan yang stabil dengan kualitas aset dan profitabilitas kuat. Harga saham cenderung sering bergerak di area netral, sehingga cocok untuk range trading. Buy saat harga memantul dari support intraday dengan volume meningkat, atau sell saat mendekati resistance harian atau RSI mendekati 70. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






