Mitrapost.com – Pada pembukaan perdagangan Jumat, 12 Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak ke zona hijau sekitar 1,26% atau mengalami kenaikan 74,38 poin ke level 5.960,27 di menit-menit awal pembukaan, dan sempat menyentuh level tertinggi.
Meski begitu, aktivitas pembelian saham (trading) bagi pelaku yang ingin bertransaksi tetap dapat dijalankan sebagaimana mestinya, sekalipun menggunakan metode scalping atau jangka pendek.
Justru, metode ini dijadikan sebagai salah satu pilihan untuk melakukan transaksi di tengah kondisi tersebut, karena tingginya volatilitas ketika pasar menurun justru dapat dijadikan sebagai peluang profit asalkan dilakukan dengan cara disiplin dan penuh strategi tepat.
Salah satu strategi yang bisa digunakan oleh pelaku (trader ) adalah memperhatikan buying average saham, yaitu cara pembelian saham yang sama selama beberapa kali pada harga yang berbeda, lalu menghitung rata-rata pembeliannya (average price).
Strategi ini digunakan dengan tujuan sebagai berikut;
- Menurunkan harga rata-rata saat harga saham turun
- Mengelola risiko saat pembelian saham
- Mengoptimalkan posisi saat yakin dengan prospek sahamnya
Sementara itu, berikut kami berikan 5 saham listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang cocok untuk scalping!
BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Saat IHSG dibuka menguat, saham perbankan besar seperti BBRI biasanya menjadi tujuan aliran dana jangka pendek sehingga berpotensi mengalami kenaikan bertahap dengan volume yang meningkat.
Selain itu, pergerakan yang aktif namun relatif terukur membuat BBRI menarik untuk strategi breakout maupun pullback trading intraday, karena merupakan salah satu saham dengan likuiditas dan frekuensi transaksi tertinggi di BEI.
AMMN – PT Amman Mineral Internasional Tbk
Dalam kondisi pasar yang positif, AMMN yang merupakan salah satu saham tambang besar yang sensitif terhadap sentimen komoditas dan pergerakan dana institusi, sering menunjukkan peningkatan aktivitas transaksi dan pergerakan harga yang cukup cepat.
Volatilitas yang relatif tinggi dibanding saham perbankan menjadikan AMMN menarik untuk memanfaatkan momentum intraday maupun technical rebound jangka pendek.
DSSA – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk
Diketahui, saham DSSA dengan karakter pergerakan yang agresif dan volatilitas yang tinggi ini sering mengalami perubahan harga yang cukup besar dalam satu sesi perdagangan, terutama ketika sentimen terhadap sektor energi dan saham grup terkait sedang aktif. Dalam kondisi IHSG menguat, DSSA berpotensi menjadi sasaran trader momentum yang mencari peluang price swing cepat.
CUAN – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk
Ketika IHSG berada dalam tren positif, saham CUAN kerap mencatat lonjakan volume transaksi yang memicu pergerakan harga agresif. Karakter tersebut membuat CUAN menarik untuk strategi scalping yang mengandalkan breakout, momentum spike, maupun quick reversal.
ARCI – PT Archi Indonesia Tbk
ARCI cocok untuk scalping karena bergerak di sektor tambang emas yang cenderung aktif ketika minat investor terhadap komoditas meningkat. Saham ini sering menunjukkan pergerakan intraday yang cukup dinamis dengan volume yang bertambah saat sentimen sektor pertambangan menguat.
Dalam kondisi IHSG yang dibuka hijau, ARCI berpotensi melanjutkan momentum positif dan memberikan peluang trading jangka pendek melalui pola trend following maupun breakout intraday. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






