Semarang, Mitrapost.com – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyebut, sensus bukan sekedar pendataan. Namun menjadi langkah penting agar pemerintah memiliki gambaran tentang kondisi usaha dan perekonomian masyarakat.
Sensus ekonomi sendiri dilakukan di seluruh Indonesia termasuk Kota Semarang dengan menyasar seluruh usaha dari mulai usaha rumahan, UMKM, hingga perusahaan besar.
“Sensus ini bukan sekadar pendataan, tetapi langkah penting agar pemerintah memiliki gambaran yang lebih jelas tentang kondisi usaha dan perekonomian masyarakat. Mulai dari usaha rumahan, UMKM, hingga perusahaan besar, semuanya punya peran penting dalam pembangunan ekonomi daerah,” ujarnya.
Melalui sensus ekonomi, diharapkan bisa mendapatkan data yang akurat sebagai dasar menjalankan dan menyusun berbagai kebijakan pemerintah. Sehingga program menjadi lebih tepat sasaran.
“Bagi saya, data yang akurat adalah kunci agar program pemerintah benar-benar tepat sasaran. Dengan data yang lengkap, kita bisa menyusun kebijakan yang lebih sesuai kebutuhan masyarakat, mulai dari bantuan usaha, pelatihan, akses permodalan, hingga penciptaan lapangan kerja. Semakin baik datanya, semakin besar manfaat yang bisa dirasakan warga,” ujar Agustina.
Sensus ekonomi sendiri dilakukan dengan maksud untuk untuk memotret seluruh aktivitas ekonomi dan potensi usaha di Indonesia termasuk Jawa Tengah.
Secara ekonomi, Jawa Tengah diketahui memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Jumlah usaha di Jawa Tengah bahkan mencapai 5 juta unit usaha atau 25,76 persen dari total usaha di Pulau Jawa pada tahun 2026.
Tak hanya itu, Jawa Tengah juga menyumbang sekitar 14,5 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Pulau Jawa. (Adv)

Redaksi Mitrapost.com






