Mitrapost.com – Sejumlah pedagang beras yang ada di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Kota Jakarta Timur (Jaktim), tengah terkena dampak dari adanya penurunan omzet akibat pelanggan yang dinilai semakin berhemat lantaran tekanan ekonomi.
Hal tersebut terlihat dari para pedagang yang mengeluhkan lesunya perdagangan dalam beberapa bulan terakhir. Selain itu, mereka juga menilai jika penyaluran bantuan pangan beras dari pemerintah berperan cukup besar untuk menggerus permintaan yang ada di pasar.
Melansir dari CNBC Indonesia, Ketua Koperasi Pedagang PIBC, Dedy mengatakan bahwa salah satu penyebab sepinya pasar induk tersebut diduga berasal dari lemahnya permintaan yang ada di tingkat hilir, mulai dari pasar tradisional hingga pelaku usaha kuliner.
“Kalau kita bedah di analisa lebih dalam sih banyak juga faktornya. Jadi hal yang signifikan, yang memungkinkan adalah gini, pasar induk ini juga pasokannya kan paling yang mitra-mitra orang yang berdagang di sini kan ke pasar-pasar tradisional, pasar kecil, warung makan gitu,” ujar Dedy.
“Kemungkinan di pasar tradisional pun mengalami daya beli yang juga berkurang, otomatis permintaannya ke pasar induk juga berkurang. Kan seperti itu,” lanjutnya saat ditemui di lokasi, dikutip Jumat (26/06/2026).
Dalam hal ini, Dedy menjelaskan terkait dengan pelemahan pasar induk yang sudah mulai terlihat sejak awal pekan. Bahkan, sejumlah beras yang akan dilakukan pengiriman dari daerah, saat ini justru sulit terjual dan harus menginap di pasar induk.
“Bahkan sudah beberapa hari ada juga beras dari daerah suplai ke sini tuh untuk lakunya saja agak sulit. Mereka harus berjuang kembali di besok harinya, jadi terpaksa harus menginap tuh barang dari daerah,” jelasnya.
Sementara itu, seorang pedagang beras di PIBC yang bernama Zulkifli, mengaitkan lesunya perdagangan yang dialami dengan distribusi bantuan pangan yang belakangan diterima oleh masyarakat sekitar, yang semula mendapat 5 kilogram (kg) menjadi 20 kg.
“Dan lagi toh kenyataannya beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) itu kan juga enggak ada di sini. Beras SPHP itu disalurkan polisi, ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia; TNI-Polri), sama pasar-pasar pengecer ya,” kata Zulkifli. (*)

Redaksi Mitrapost.com






