Mitrapost.com – Perdagangan saham pada 2 Juli 2026 mendatang diperkirakan masih sideways hingga bullish ringan, meski belum yang benar-benar kuat. Kondisi ini dipengaruhi sentimen global masih sensitif dan investor lebih selektif.
Kondisi pasar saham esok hari masih potensial untuk trading cepat daripada hold agresif. Trader bisa fokus pada saham dengan perdagangan bervolume besar, serta perusahaan likuiditas tinggi, seperti perbankan dan sektor defensif.
Berikut ini 5 saham listing Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diperkirakan akan mengalami kenaikan pada perdagangan esok hari!
Bank Central Asia Tbk (BBCA)
Saham BBCA berpotensi mengalami kenaikan 4% sampai dengan 8% pada 2 Juli 2026. Berdasarkan fundamentalnya, likuiditas BBCA sangat tinggi dan menjadi salah satu tujuan utama dana institusi. Hal ini didukung kinerja laba dan kualitas aset historis relatif stabil. Harga BBCA masih di area sehat, sehingga masih ada ruang kenaikan.
Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
Saham BBRI berpotensi mengalami kenaikan 4% sampai dengan 9% pada 2 Juli 2026. BBRI merupakan salah satu saham paling likuid di BEI, dengan profitabilitas dan dominasi segmen mikro yang masih menjadi penopang. Secara teknikal, harga mengindikasikan rebound jangka pendek.
Aneka Tambang Tbk (ANTM)
Saham ANTM berpotensi mengalami kenaikan 5% sampai dengan 11% pada 2 Juli 2026. Likuiditas saham ini termasuk tinggi. Kinerjanya sensitif terhadap rotasi sektor komoditas dan sentimen logam. Masih ada peluang breakout dari fase konsolidasi.
Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
Saham TLKM berpotensi mengalami kenaikan 4% sampai dengan 8% pada 2 Juli 2026. TLKM memiliki likuiditas sangat besar. Harga saham masih berada di area netral, sehingga masih ada ruang kenaikan saat tekanan mulai melemah.
Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
Saham TLKM berpotensi mengalami kenaikan 6% sampai dengan 12% pada 2 Juli 2026. Likuiditas TPIA termasuk besar dan sering menjadi saham momentum. Pergerakan harganya sensitif terhadap perubahan sentimen pasar. Masih ada peluang bullish continuation jika mampu bertahan di area support.
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com

