Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan Senin (06/07/2026). Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks mengalami kenaikan sebesar 43,74 poin atau 0,74 persen ke level 5.919,52.
Meski begitu, aktivitas pembelian saham (trading) bagi pelaku yang ingin bertransaksi tetap dapat dijalankan sebagaimana mestinya, sekalipun menggunakan metode scalping atau jangka pendek.
Justru, metode ini dijadikan sebagai salah satu pilihan untuk melakukan transaksi di tengah kondisi tersebut, karena tingginya volatilitas ketika pasar menurun justru dapat dijadikan sebagai peluang profit asalkan dilakukan dengan cara disiplin dan penuh strategi tepat.
Salah satu strategi yang bisa digunakan oleh pelaku (trader ) adalah memperhatikan buying average saham, yaitu cara pembelian saham yang sama selama beberapa kali pada harga yang berbeda, lalu menghitung rata-rata pembeliannya (average price).
Strategi ini digunakan dengan tujuan sebagai berikut;
- Menurunkan harga rata-rata saat harga saham turun
- Mengelola risiko saat pembelian saham
- Mengoptimalkan posisi saat yakin dengan prospek sahamnya
Sementara itu, berikut kami berikan 5 saham yang cocok untuk scalping!
BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Penguatan IHSG pada awal perdagangan berpotensi mendorong aliran dana ke sektor perbankan, sehingga BBRI berpeluang melanjutkan momentum positif dengan volume transaksi yang meningkat.
Selain itu, BBRI juga tercatat cocok untuk scalping karena merupakan salah satu saham dengan likuiditas dan frekuensi transaksi tertinggi di BEI. Pergerakan harga yang aktif namun relatif terukur membuat saham ini menarik untuk strategi breakout maupun pullback intraday.
BRPT – PT Barito Pacific Tbk
Diketahui, BRPT menarik untuk scalping karena memiliki karakter pergerakan yang cukup dinamis dan sering menjadi perhatian pelaku pasar ketika sentimen terhadap sektor petrokimia dan energi membaik.
Dalam kondisi IHSG yang menguat, meningkatnya aktivitas transaksi dapat memicu pergerakan harga yang lebih cepat, sehingga membuka peluang momentum breakout maupun technical continuation pada satu sesi perdagangan.
BNBR – PT Bakrie & Brothers Tbk
Ketika sentimen pasar sedang positif, saham BNBR sering membentuk price swing yang cukup lebar dalam waktu singkat, sehingga memberikan peluang bagi trader jangka pendek untuk memanfaatkan pergerakan momentum maupun quick reversal.
Kemudian, BNBR cocok untuk scalping karena dikenal memiliki volatilitas intraday yang tinggi dan kerap mencatat lonjakan volume saat minat trader meningkat.
TPIA – PT Chandra Asri Pacific Tbk
Pada saat IHSG dibuka menguat, TPIA berpotensi mengalami peningkatan volume transaksi yang diikuti pergerakan harga intraday yang lebih aktif. Karakter tersebut menjadikannya cocok untuk strategi pullback trading maupun breakout jangka pendek.
CUAN – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk
Diketahui, CUAN cocok untuk scalping karena memiliki volatilitas tinggi dan sering menjadi salah satu saham dengan pergerakan intraday paling agresif di sektor energi dan pertambangan.
Saat sentimen pasar positif, saham ini kerap mengalami lonjakan volume yang diikuti pergerakan harga cepat, sehingga membuka peluang momentum trading dan technical continuation bagi trader yang mengincar keuntungan dalam jangka waktu singkat. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






