Mitrapost.com – Kondisi pasar saham belum pulih sepenuhnya, bahkan masih ada potensi pelemahan terbatas bila tekanan jual kembali muncul. Meski demikian, kondisi tersebut masih memungkinkan untuk scalping.
Volume perdagangan pada hari ini, Senin (13/7/2026) masih relatif rendah, sehingga breakout berisiko gagal (fake breakout). Maka dari itu, aksi cepat dengan target profit tepat dan stop loss secara disiplin perlu dilakukan bagi trader.
5 Saham Potensial untuk Scalping 13 Juli 2026
TPIA – PT Chandra Asri Pacific Tbk
Likuiditas TPIA tinggi dengan nilai transaksi besar. Fundamental perusahaan masih didukung bisnis petrokimia yang stabil dan menjadi salah satu penggerak IHSG. Secara teknikal, ada potensi bullish jangka pendek. Buy saat breakout resistance saat volume meningkat, kemudian Sell ketika harga mulai turun atau target profit 3-6% tercapai.
BBCA – PT Bank Central Asia Tbk
BBCA merupakan salah satu saham paling likuid di BEI. Kinerja keuangan perusahaan masih sangat kuat dengan profitabilitas dan kualitas aset yang konsisten. Tingkat harga masih berada di area sehat. Buy saat pullback ke support intraday atau breakout dengan volume di atas rata-rata, kemudian Sell saat harga mendekati overbought atau jika target profit 2-4 tercapai.
JELI – Niramas Utama Tbk
Sebagai saham yang baru tercatat di BEI (7 Juli 2026), JELI berpotensi menarik minat trader sehingga volume transaksi awal biasanya tinggi. Saham IPO sering mengalami pergerakan harga yang cepat karena adanya antusiasme pasar dan proses pembentukan harga. Buy saat breakout valid dengan volume meningkat, kemudian Sell saat mendekati resistance intraday atau ketika volume beli mulai melemah.
RAJA – PT Rukun Raharja Tbk
Likuiditas RAJA termasuk cukup baik dan fundamentalnya didukung bisnis distribusi gas dan infrastruktur energi. Harga bertahan di area aman. Buy on weakness di area support atau ketika breakout resistance disertai kenaikan volume, lalu Sell jika harga gagal bertahan di area support atau target sudah tercapai 3-5%.
BREN – PT Barito Renewables Energy Tbk
Likuiditas tinggi dengan kapitalisasi pasar besar. Fundamental didukung bisnis energi terbarukan dan masih menjadi salah satu saham yang banyak diperhatikan investor. Secara teknikal, menunjukkan potensi bullish. Buy saat breakout resistance, kemudian Sell jika sudah mendekati area overbought atau tercapai target profit 3-6%. (*)

Redaksi Mitrapost.com






