Mitrapost.com – Remaja inisial AP (15) sekaligus salah satu pelaku pemerkosaan gadis 15 tahun di Sampang, Madura, diduga mengkoordinir pelaku lainnya untuk merudapaksa korban.
Kapolres Sampang AKBP Hartono menyebutkan, AP yang berasal dari Kecamatan Camplong pertama kali mengajak korban berkenalan, lalu berkeliling naik motor. Tawaran tersebut sempat ditolak korban, namun pelaku memaksa dengan mengancam.
“Setelah diajak berkeliling lalu korban diperkosa di semak-semak oleh tersangka AP, kemudian diantarkan pulang,” ujar Hartono, Rabu (15/7/2026), dikutip Detik.
Setelah memperkosa korban, AP malah memberikan informasi kepada teman-temannya bahwa korban bisa diperkosa. Ia juga membuat grup WhatsApp yang berisi sejumlah pria yang berniat melecehkan korban secara seksual.
“Di situlah sempat terjadi membuat grup si AP ini. Ada grupnya (berisi para pelaku),” ujar dia lagi.
Menurutnya, grup WA tersebut menjadi salah satu petunjuk bagi penyidik untuk mengungkap seluruh orang yang terlibat. Polisi awalnya menangkap lima orang, kemudian tujuh orang, dan terbaru seorang berusia 42 tahun, sehingga total 13 orang telah diamankan.
Berdasarkan penyelidikan sementara, total tersangka pemerkosaan itu ada 27 orang, dan 10 di antaranya merupakan anak di bawah umur. Saat ini, pihak kepolisian masih memburu 14 orang lainnya yang masih buron.
“Setelah kita tangkap dari lima orang ini, kita tangkap-tangkap, ketemu lah 12 orang ini. Setelah ini akhirnya mengembang lah, dari pengakuan para pelaku (total) tersangka ada 27 orang,” ujarnya.
“(Satu orang lagi) jadi kita tangkap saat di atas bus yang menuju ke Surabaya,” lanjut dia.
Peristiwa pemerkosaan itu terjadi sebanyak enam kali di tiga kecamatan selama kurun waktu Februari hingga Mei 2026. Akibat hal tersebut, korban mengalami trauma berat dan takut keluar rumah, sehingga baru melapor ke Polres Sampang pada 29 Juni 2026 ditemani kakeknya.
“Setelah kejadian itu, kakek korban melaporkan ke Polres Sampang, dan keesokan harinya (Tim URC Satreskrim) mulai bergerak melakukan penangkapan tersangka,” tandas Hartono. (*)

Redaksi Mitrapost.com






