Mitrapost.com – Krisis bahan bakar minyak (BBM) terjadi di Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, hingga menyebabkan tiga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) terpaksa tutup sementara.
BBM yang mengalami kelangkaan yaitu Pertalite dan Biodiesel. Akibatnya, tiga SPBU yaitu SPBU Lawe Kihing dan SPBU Kuning di Kecamatan Bambel, serta SPBU Kampung Melayu di Kecamatan Babussalam kehabisan stok hingga harus tutup sementara pada Kamis (16/7/2026).
Sementara itu, SPBU yang beroperasi mengalami antrean panjang seperti di SPBU Lawe Desky di Kecamatan Babul Makmur. Meski stok Pertalite dan Biodiesel di sana juga habis.
Sehingga masyarakat hanya memiliki pilihan membeli Pertalite di kios pengecer dengan harga lebih tinggi atau menunggu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.
Krisis BBM ini pun dikeluhkan masyarakat, salah satunya Husaini Amin yang merupakan aparatur sipil negara (ASN).
Karena harus antre lama, ia berisiko terlambat memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Ini bisa membuat semuanya terlambat, jadi bagiamana kita memberikan pelayanan kepada masyarakat sebagai ASN,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Herman yang bekerja sebagai pedagang keliling. Aktivitas jualannya menjadi terhambat karena sulit mendapatkan BBM. Ia pun terpaksa beli dari pengecer.
“Kalau kelangkaan terus terjadi, akan menyulitkan dan berdampak terhadap pedagang keliling,” katanya.
Sopir angkutan umum pedesaan Annazri juga mengeluh waktu operasional terganggu karena antrean panjang akibat krisis BBM.
“Apabila terdesak harus beli di kios pengecer,” ujarnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






