IHSG Dibuka Menguat Tipis, Peluang Scalping Menarik pada Saham dengan Katalis Spesifik

Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu, 12 Agustus 2026, dibuka menguat tipis 9,88 poin atau sekitar 0,16% di level 6.277,76, di tengah variasi sentimen pasar global.

Meski begitu, aktivitas pembelian saham (trading) bagi pelaku yang ingin bertransaksi tetap dapat dijalankan sebagaimana mestinya, sekalipun menggunakan metode scalping atau jangka pendek.

Justru, metode ini dijadikan sebagai salah satu pilihan untuk melakukan transaksi di tengah kondisi tersebut, karena tingginya volatilitas ketika pasar menurun justru dapat dijadikan sebagai peluang profit asalkan dilakukan dengan cara disiplin dan penuh strategi tepat.

Salah satu strategi yang bisa digunakan oleh pelaku (trader ) adalah memperhatikan buying average saham, yaitu cara pembelian saham yang sama selama beberapa kali pada harga yang berbeda, lalu menghitung rata-rata pembeliannya (average price).

Strategi ini digunakan dengan tujuan sebagai berikut;

  • Menurunkan harga rata-rata saat harga saham turun
  • Mengelola risiko saat pembelian saham
  • Mengoptimalkan posisi saat yakin dengan prospek sahamnya

Sementara itu, berikut kami berikan 5 saham yang cocok untuk scalping!

BMRI — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Sebagai saham big-cap dengan likuiditas yang sangat tinggi, BMRI disebut menarik untuk scalping karena spread dan transaksi biasanya lebih nyaman untuk keluar-masuk cepat.

Selain itu, BMRI memiliki sensitivitas besar terhadap pergerakan IHSG; jika indeks mampu mempertahankan penguatan, peluang technical rebound dapat terbuka setelah sebelumnya BMRI tercatat mengalami net sell asing.

GIAA — PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk

Diketahui, saham GIAA dengan posisinya sebagai kandidat yang jauh lebih agresif mencatat kenaikan 33,33% ke Rp72 pada perdagangan 10 Agustus 2026, menunjukkan volatilitas dan perhatian trader yang sangat tinggi.

Karakter seperti ini memberikan ruang pergerakan intraday yang besar, tetapi juga membuat risiko reversal sangat tinggi. Untuk scalping, GIAA menarik hanya jika momentum dan volume masih berlanjut, bukan untuk mengejar harga ketika sudah terlalu jauh naik.

DSSA — PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

Pada perdagangan terakhir yang tersedia, DSSA mencatat net buy asing sekitar Rp1,40 triliun. Arus dana sebesar ini memberikan katalis nyata bagi aktivitas perdagangan dan berpotensi menjaga momentum.

Kemudian, DSSA juga memiliki karakter volatilitas yang cukup tinggi sehingga menarik untuk scalping selama harga tetap didukung volume beli.

TPIA — PT Chandra Asri Pacific Tbk

Diketahui, TPIA lebih menarik untuk scalping rebound jika tekanan jual mulai berkurang dan harga berhasil kembali di atas VWAP, bukan untuk mengejar kenaikan tanpa konfirmasi. Selain itu, TPIA menarik terutama karena merupakan saham big-cap yang likuid dan sensitif terhadap rotasi dana serta sentimen sektor petrokimia.

ASII — PT Astra International Tbk

ASII cocok untuk pendekatan scalping yang lebih konservatif karena memiliki likuiditas besar dan transaksi yang relatif stabil. Saat IHSG menguat tipis, ASII dapat menjadi pilihan untuk memanfaatkan pergerakan kecil dengan risiko eksekusi yang lebih terukur. (*)

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati