Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 100,12 poin atau naik 1,59% ke level 6.401,89 pada akhir perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026. Dalam hal ini, pergerakan positif tersebut terjadi di tengah sentimen pasar usai pidato kenegaraan.
Untuk Selasa, 18 Agustus 2026, peluang IHSG terlihat masih positif tetapi rawan profit taking. Karena Senin 17 Agustus merupakan libur bursa, maka Selasa menjadi sesi pertama setelah jeda perdagangan dan berpotensi membawa penyesuaian posisi investor.
HRTA — PT Hartadinata Abadi Tbk
Diketahui, HRTA menjadi pilihan utama karena memiliki kombinasi katalis sektoral dan momentum fundamental, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp2.150.
Dengan IHSG yang baru menembus 6.400, HRTA punya alasan fundamental yang cukup kuat untuk tetap diperhatikan dengan kisaran Rp2.220 – Rp2.300, tetapi pembelian sebaiknya tidak dilakukan dengan mengejar gap-up terlalu tinggi.
BBTN — PT Bank Tabungan Negara Tbk
Diketahui, BBTN menarik karena memiliki kombinasi momentum teknikal dan katalis fundamental yang jelas, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp1.220.
Jika sektor perbankan kembali menjadi salah satu penggerak IHSG setelah libur, BBTN memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan selama support tetap terjaga, dengan kisaran Rp1.250 — Rp1.290.
BRIS – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk
Diketahui, ITMG diprediksi mampu dimasukkan sebagai representasi komoditas yang lebih defensif. Pada Jumat, 14 Agustus, ITMG ditutup di Rp25.000, naik 2,35%, dengan volume sekitar 1,54 juta saham.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa saham mampu menguat setelah koreksi dua hari sebelumnya. Selama harga mampu bertahan di atas area Rp25.000 dan volume tidak menyusut drastis, peluang melanjutkan kenaikan masih terbuka, dengan kisaran Rp25.300 – Rp25.700.
BBCA — PT Bank Central Asia Tbk
Diketahui, BBCA cocok digunakan ketika IHSG memasuki fase penguatan tetapi risiko profit taking tetap tinggi, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp6.350.
Dengan IHSG sekarang berhasil kembali ke atas 6.400, BBCA berpotensi ikut menjadi tujuan rotasi dana ke saham berkapitalisasi besar, dengan kisaran Rp6.400 — Rp6.500.
ARCI — Archi Indonesia Tbk
Diketahui, ARCI menjadi pilihan kelima karena sektor emas masih mempunyai momentum yang jelas. Saham ini juga berada dalam kelompok emiten emas yang mendapat perhatian ketika harga emas berada pada level tinggi, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp1.225.
Karena ARCI sudah memiliki momentum yang cukup kuat, maka potensi breakout yang dikonfirmasi volume atau buy on weakness lebih dianjurkan daripada mengejar apabila langsung melonjak pada pembukaan, dengan potensi kenaikan berkisar antara Rp1.270 – Rp1.320. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






